22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Mutu Guru Kunci untuk Tingkatkan Kualitas Sistem Pendidikan

* Strategi Perencanaan Diseminasi Program (PKB) bagi Mitra USAID PRIORITAS/ DBE di Hotel Atria Malang, 1-2 Juli 2015.

PKb_JATIM 2Malang, KabarGress.Com – MENGAPA program “Perencanaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru (PKB)” diperlukan? Ternyata selain karakteristik anak sendiri, mutu pendidikan kita sangat dipengaruhi oleh kualitas guru.

“Mutu guru adalah kunci untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan,” ujar Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Timur Silvana Erlina dalam lokakarya “Strategi Perencanaan Diseminasi Program (PKB) bagi mitra USAID PRIORITAS/ DBE di Hotel Atria Malang, 1-2 Juli 2015.

Pada kesempatan itu, Silvana Erlina juga mengungkapkan, seorang guru berkualitas harus memiliki beberapa kriteria, kompetensi professional,  ‘subject knowledge’  (pemahaman mapel),  kompetensi pedagogik/pembelajaran dan  cara belajar-mengajar aktif (PAKEM/CTL).

Selain itu juga harus memenuhi kompetensi kepribadian,  komitmen tinggi, kompetensi sosial dan cara komunikasi yang baik. Mengenai cara peningkatan mutu guru, umumnya diawali dari proses rekrutmen, pendidikan, sertifikasi, pengembangan profesi, pendampingan dan jalur karir.

Namun, menurut Silvana kendalanya saat ini adalah sebagian besar program pelatihan guru banyak yang belum direncanakan sesuai kebutuhan berdasarkan informasi/analisis, belum dilakukan secara efisien, belum terkoordinasi antara semua pihak, belum dikelola sesuai ‘good practices’ dalam training dan belum menggunakan prinsip PAKEM/CTL.

“Program USAID PRIORITAS mendukung program Kemendikbud & Kemenag melalui pendekatan berbasis gugus-KKG/MGMP dan berbasis sekolah (‘whole school development’),” ujarnya.

Contoh mudah praktik terbaik dalam perencanaan program PKB adalah direncanakan secara kolaboratif oleh orang-orang yang akan berpartisipasi dalam dan memfasilitasi program, termasuk guru serta selalu berbasis analisis kebutuhan pelatihan guru & sesuai kebutuhan sistem pendidikan. Selain itu acara juga sesuai dengan rencana strategis, tertuang dalam kebijakan, sesuai kurikulum sekolah yang berlaku dan sesuai kemampuan pendanaan.

 

 

Sidoarjo Berkomitmen Melaksanakan PKB

Sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas guru secara mandiri, terutama setelah guru menerima tunjangan sertifikasi, Kab Sidoarjo mengeluarkan Peraturan Bupati No. 38 Tahun 2013 tentang Pembinaan dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Pendidik dan Tenaga kependidikan.

Di dalam Prbup tersebut disebutkan bahwa pendidikan yang telah menerima tunjangan sertifikasi wajib menyisihkan secara mandiri dana minimal 5% untuk PKB. Implementasi di lapangan menurut Sumiati Kepala SDN Sedatigede 2 Sidoarjo, kegiatan penyisihan dana sebesar 5% telah dilakukan sejak Perbp keluar.

“Dengan kesadaran sendiri, para guru di lingkungan sekolah menyisihkan dana sebesar 5% per triwulan. Dana tersebut dikumpulkan di Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk kemudian dikelola guna peningkatan kapasitas guru,” terangnya.

Kegiatan yang sudah dilakukan menggunakan dana tersebut diantaranya pelatihan, pembuatan media pembelajaran, pembelian peralatan IT untuk guru masing-masing, dan pembuatan alat peraga untuk siswa.

Menurut Farida, S.Pd, salah satu guru yang telah melaksanakan Perbup tersebut mengungkapkan, menyisihkan dana 5% tidaklah memberatkan guru. Selain itu selama ini dana tersebut tersalurkan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat bagi pendidik. “Untuk memetakan kegiatan dan dana tersebut digunakan untuk apa saja, biasanya kami di KKG melakukan rapat dan menentukan jadwal bersama kegiatan apa saja yang dilakukan sekaligus menghitung biaya yang dikeluarkan. Nah, dari sana maka kita tahu dan transparan uang kita digunakan untuk pembiayaan apa saja,” terangnya.

 

 

Dukungan USAID PRIORITAS terhadap PKB

USAID PRIORITAS membantu penerapan PKB, melalui perencanaan untuk diseminasi program pelatihan dan pendampingan guru, berbasis gugus/rayon dan whole-school development. Juga sesuai pendekatan Kemendikbud, program termasuk pelatihan dan ‘coaching’ (pendampingan) dengan pendekatan ‘in-on-in’. “Selain itu juga ada tiga modul untuk pembelajaran aktif dan MBS,” kata Silvana.

Secara umum, lanjut ia tujuan program ini adalah agar seluruh guru (SD, SMP, MI, MTs) dapat kesempatan untuk PKB, melalui diseminasi pelatihan-pendampingan modul-modul PRIORITAS.

Acara kali ini diikuti 73 peserta dari 10 Kabupaten/ Kota, yakni Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Lamongan, Pasuruan, Sidoarjo, Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan Bojonegoro. Selain itu juga ada mitra LPTK, yakni Uinsa, Unesa dan UM. Pada tanggal 6-7 Juli nanti, juga diadakan acara serupa dengan melibatkan 9 Kabupaten yakni Tuban, Mojokerto, Nganjuk, Madiun, Ngawi, Blitar, Jombang, Kota Batu dan  Kota Mojokerto. (ro)

 

Teks foto:

– Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Drs. Mustain Mpd I (kiri) saat memaparkan keberhasilan pelaksanaan PKB di wilayahnya didampingi Kabid Pendidikan Dasar Kabupaten Sidoarjo Joko Supriadi dalam acara Strategi Perencanaan Diseminasi Program (PKB) di Malang 1-2 Juli 2015.

– GMS Advisor USAID PRIORITAS Aos Santosa saat memaparkan program PKB di acara Strategi Perencanaan Diseminasi Program (PKB) di Malang 1-2 Juli 2015.