20/10/2020

Jadikan yang Terdepan

34 Persen Koperasi di Jatim Didominasi Kopwan

wagub dan ibu fatma saifullah nyusuf berbincang dengan penyanyi cilik pada acara kopwan di pendopo  kab jombangJombang, KabarGress.com – Perkembangan koperasi di Jatim yang jumlahnya pada tahun 2014 mencapai 30.866 koperasi 34% nya didominasi oleh koperasi wanita (kopwan). Anggota koperasi tersebut terdiri dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menurut data sensus UMKM mampu menyumbang 54,48% PDRB Jatim.

“Dari keseluruhan koperasi di Jatim ada 27 ribu koperasi yang aktif dan 3 ribu koperasi tidak aktif, dan sekitar 22 ribu diantaranya telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Ini membuktikan bahwa jika koperasi yang dikelola dengan baik akan mampu mensejahterakan anggotanya dan bisa melaksanakan RAT,” ujar Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Syaifullah Yusuf saat membuka Sosialisasi Pembentukan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Berbasis Kelompok Fungsional di Pendopo Kab. Jombang, Selasa (26/5).

Ia mengatakan, nantinya konsep kopwan-kopwan di Jatim akan dikembangkan seperti Kopwan Setia Budi Wanita (SBW) di Malang ataupun Kopwan Setia Bakti Wanita di Surabaya, meskipun omsetnya tidak harus sebanyak Koperasi Sbw. Syarat keberhasilan sebuah koperasi adalah pelaksanaannya sesuai manajemen dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang sudah dibuat. “Jika kopwan-kopwan ini berhasil maka akan menepis anggapan miring orang kebanyakan bahwa koperasi itu kuno dan serba kurang, disini serba lebih. Kuncinya adalah pengelolaan yang baik dan didukung konsep gotong royong,” terang Gus Ipul sapaan lekat Wagub.

Menurutnya, produk jasa keuangan seperti kopwan akan mampu bersaing dalam era globalisasi. Karena melalui koperasi pembeli juga termasuk pemilik, dan konsumen sekaligus produsen. Jika bisnis koperasi seperti minimarket-minimarket semakin diperbanyak di semua pelosok, maka dengan sendirinya akan menggeser minimarket milik asing. “Jika pembeli dilibatkan sekaligus sebagai pemilik, laba yang diperoleh akan dikembalikan lagi pada konsumen. Saya yakin anggota koperasi akan semakin banyak. Dampaknya ekonomi masyarakat bisa meningkat dan bisa menggantikan minimarket asing yang menguasai Indonesia sampai saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan, permasalahan yang dihadapi koperasi merupakan pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemprov Jatim. Diantaranya masih rendahnya kualitas sdm pengelolanya, pelayanan dan pengelolaan usaha umumnya masih tradisional, kemampuan pemasaran yang terbatas, dan jejaring kerja yang masih rendah. “Karenanya kami akan terus melakukan edukasi keuangan kepada masyrakat dan memberikan perlindungan kepada konsumen. Agar mempermudah masyarakat dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan dengan biaya yang terjangkau,” ungkapnya.

Ia berharap, program Pemprov Jatim yang dimulai tahun 2015 ini melalui dua ribu infrastruktur LKM berbasis fungsional dengan memberikan bantuan modal hibah dari APBD Prov. Jatim sebesar Rp25 juta/kopwan bisa tercapai. “Sebab 93,36% wanita di Jatim adalah muslimah, maka melalui kopwan-kopwan tersebut akan mampu mewujudkan kopwan syariah. Sejalan dengan geliat ekonomi syariah yang pesat selama dua tahun terakhir, utamanya dengan dipilihnya Jatim sebagai contoh penerapan ekonomi syariah,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Nyono Suharli menyampaikan, sejalan dengan program provinsi Pemkab Jombang telah memberikan anggaran Rp100 juta untuk oleh lembaga keuangan desa diantaranya koperasi. Di Jombang sendiri sudah mempunyai 810 koperasi termasuk kopwan, namun masih ada 40 koperasi yang belum melaksanakan RAT. “Perwujudan lembaga keuangan mikro yang melibatkan seluruh wanita di Jatim, merupakan program yang sangat tepat. Tentunya bisa meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat Jatim dan Jombang khususnya,” ungkapnya.

Sosialisasi pembentukan LKM yang mengangkat tema “Meningkatkan kreatifitas wanita berbasis fungsional” itu diikuti oleh 600 peserta. Turut hadir Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Fatma Syaifullah Yusuf yang bertindak sekaligus sebagai narasumber, Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Ketua DPRD Jombang Joko Triono, dan Forpimda Kab. Jombang. (hery)

Teks foto: Wagub dan Fatma Syaifullah Yusuf berbincang dengan penyanyi cilik pada acara Kopwan di pendopo Kab Jombang.