05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Ekspektasi Dunia Usaha Masih Positif terhadap Triwulan Mendatang

Surabaya, KabarGress.Com – Ekspektasi pelaku usaha terhadap aktivitas ekonomi Jawa Timur untuk triwulan mendatang diperkirakan masih optimis. Berdasarkan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) triwulan I-2015, indikator ekspektasi kegiatan usaha cenderung positif dan yakin pada aktivitas ekonomi di triwulan II-2015 akan membaik. Sedangkan dari sisi harga jual, ekspektasi harga jual barang/tarif pada triwulan mendatang diprediksi akan meningkat namun lebih rendah dibandingkan peningkatan harga jual pada triwulan I-2015. “Peningkatan harga jual tersebut dipicu oleh tekanan dari kebijakan penyesuian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Tenaga Listrik (TTL) serta tren penguatan USD terhadap mata uang dunia,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Syarifuddin Basara, melalui rilisnya, Rabu (15/4/2015).

Selain itu, SKDU triwulan I-2015 mengindikasikan adanya penurunan aktivitas ekonomi dibandingkan triwulan IV-2014 (qtq) maupun triwulan yang sama pada tahun sebelumnya (yoy). Sektor Industri Pengolahan sebagai salah satu sektor terbesar penyumbang perekonomian Jawa Timur, menunjukkan penurunan aktivitas ekonomi terdalam untuk triwulan ini. Selain itu juga, penurunan aktivitas ekonomi juga disebabkan oleh turunnya konsumsi masyarakat akibat naiknya harga barang keperluan sehari-hari serta penurunan jumlah tenaga kerja yang terserap oleh dunia usaha. Jumlah tenaga kerja yang tidak terserap bertambah sebagai imbas dari turunya aktivitas ekonomi pada triwulan tersebut.

“Selain sektor Industri Pengolahan, 2 sektor besar lainnya yang mampu berkontribusi sebesar 71,11% pada perekonomian Jawa Timur juga mengalami penurunan aktivitas ekonomi yaitu sektor Pertanian dan sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR). Kinerja sektor pertanian terindikasi melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, terutama sub sektor tanaman perkebunan serta peternakan dan hasil-hasilnya akibat faktor cuaca. Curah hujan yang masih tinggi di akhir tahun berpengaruh pada produktivitas sub sektor tersebut,” terangnya.

Untuk sektor PHR, indikasi penurunan aktivitas ekonomi disebabkan oleh turunnya permintaan pasca momen Tahun Baru, sebagaimana pola historisnya. Namun, indikator ekspektasi kegiatan dunia usaha untuk ketiga sektor tersebut terhadap aktivitas ekonomi yang membaik pada triwulan mendatang masih optimis.

Pada triwulan I-2015, tekanan terhadap harga jual mengalami sedikit peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi sebagai dampak dari kenaikan Upah Minimun Kab/Kota (UMK) di awal tahun 2015 (cost push inflation), penyesuaian tarif BBM dan TTL. Pada sektor Pertanian, kenaikan harga didorong oleh produktivitas pertanian yang relatif menurun. Sedangkan untuk sektor Industri pengolahan, tren penguatan USD terhadap mata uang dunia juga ikut berpengaruh terhadap kecendrungan kenaikan harga jual terutama dari harga bahan baku impor. Dengan kondisi tersebut, ekspektasi harga jual masih diprediksi stabil dengan kecendrungan sedikit meningkat.

Dari sisi penggunaan tenaga kerja, masih belum menguatnya aktivitas ekonomi mengindikasikan adanya penurunan kebutuhan tenaga kerja pada sektor Industri Pengolahan, Pertanian, PHR, Pertambangan, Bangunan serta Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan. Namun, seiring dengan ekspektasi peningkatan kegiatan usaha di triwulan II-2015, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan akan mengalami peningkatan. Untuk sektor pertanian, kebutuhan tenaga kerja diyakini meningkat menjelang musim panen komoditas tanaman bahan makanan, begitu juga dengan sektor PHR dengan tercatat naiknya indikator ekspektasi tenaga kerja untuk triwulan mendatang.

“Selain itu, mengacu pada indikator akses kredit perbankan, menurut pelaku usaha Jawa Timur mengindikasikan adanya peningkatan yang cukup baik pada triwulan I-2014. Terlihat pada tingkat kemudahan dalam akses kredit yang meningkat, diharapkan pelaku usaha dapat memaksimalkan akses tersebut untuk peningkatan aktivititas ekonomi pada triwulan mendatang,” imbuhnya. (ro)