02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Dulu Dakwah Bawa Makanan Tapi Sekarang Bawa Bom

Dulu Dakwah Bawa Makanan Tapi Sekarang Bawa BomMagetan, KabarGress.Com – Para tokoh agama Islam prihatin   atas  aksi  kekerasan  oleh  kelompok yang mengatasnamakan  Islam.    Aksi kelompok radikal  itu  bertentangan  dengan  tuntutan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. “Kalo  jaman nabi dulu,   dakwah bawa makanan  untuk bekal di jalan, tetapi  jaman  sekarang  baik pagi, siang-malam,  ada kelompok bawaannya  bom,” sindir KH  Mahyan Ahmad dari Grobogan Jawa Tengah saat pengajian peringatan tahun baru hijriah  1436 H, di Desa Kedungpanji Kec. Lembeyan.

Dia mencontohkan,  sikap Nabi Muhammad SAW. Setiap pagi habis sholat subuh tidak pernah tidur.  Suatu saat ada  umat yang penasaran,  usai sholat subuh Nabi  selalu  jalan-jalan menuju arah pasar, dan membawa bungkusan,  entah apa isi bungkusan itu. Sampai  di areal pasar, Nabi  berhenti di pojok pasar.  Nabi menghampiri seorang  pria renta dalam keadaan sakit , dan nabi langsung duduk di sebelah  pria  itu.

Dari cara sikapnya, Nabi   terlihat kenal dan  akrab  dengan pria renta itu.  Setelah duduk, nabi membuka  bungkusan yang dibawanya, ternyata bungkusannya  berisi makanan.  Nabi langsung menyuapkan makanan yang dibawanya  kepada  pria renta itu. Hingga makanan itu habis. “itu sikap terpuji,  dan sikap toleransi  yang perlu ditauladani  dari Nabi. Karena selain pria renta itu sakit, ternyata pria renta itu non muslim. Betapa mulianya perbuatan Nabi Muhammad. terhadap  umat non muslim, Nabi tetap peduli.  Ini patut ditauladani,” tuturnya.

Sekarang yang jadi pertanyaan, lanjutnya,  kalau kelompok yang melakukan aksi kekerasan mengaku Islam, terus  Nabi mereka siapa ya?  Dari kisah itu  Nabi Muhammad  jelas-jelas seorang  manusia yang memiliki toleransi yang tinggi terhadap  umat  non muslim.  Tak segan-segan  menolong yang membutuhkan bantuan, dan dalam  keadaan kesusahan, meskipun yang ditolong dari non muslim “Kalau yang ngebom ngebom itu  Imamnya  mereka  sudah jelas , Imamnya sudah ketahuan, imamnya Imam Samudra, terus Nabinya siapa mereka,” ujarnya.

Karena itu, katanya, umat Islam  berkewajiban untuk  selalu menjaga toleransi dengan umat agama lain. Umat Islam  harus saling menjaga kerukunan,    membawa kesejukan dengan rahmatanlil alamin-nya “Kalau hidup rukun, maka berkah akan turun dari langit. Rejeki akan  berdatangan tanpa henti. Contoh di Madinah dan Mekah,  masyarakatnya hidup rukun, maka mereka kaya-kaya,” tuturnya.

Dia mengingatkan  jangan mudah membid’ah-kan perbuatan atau amalan umat. Misal, banyak yang mudah membid’ahkan yasinan, tahlilan,  sholawat berjanjen dan lainnya. Padahal,  mereka sendiri tidak mengetahui makna apa yang dibid’ahkan.

Sementara itu Sugeng, Kepala Desa Kedungpanji, mengajak  kepada  masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, dengan meningkatkan tali silaturahmi  sesame umat beragama mapoun antar umat beragama.

Dia bersyukur masyarakat  tidak terseret dalam ajaran Islamic  State Of Irak-Suriah (ISIS)  atau ajaran kelompok radikal lainnya. “Pada dasarnya mereka itu anti  Amerika, anti kapitalis,  tapi yang dilakukan  dengan cara tidak benar. Islam damai,  tidak membenarkan aksi kekerasan. Karena  warga harus  waspada terhadap  keberadaan ajaran kekerasan yang dibawa mereka,  termasuk waspada terhadap  orang-orang baru atau pendatang yang mengajak di luar kebiasaan  kita. Tapi saya yakin  warga desa yakin tidak akan terpengaruh ajaran kekerasan,”  tandasnya. (gie)

Teks foto: Suasana Pengajian.