02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Unilever Volunteering Day bersama Project Sunlight di SDN Kalirungkut 1 Surabaya

unilever 1unilever 2unilever 3Surabaya, KabarGress.Com – Kondisi sanitasi yang baik sangat penting untuk mendukung kesehatan setiap anak sebagai modal dasar mereka untuk bisa melakukan banyak hal, termasuk meraih mimpinya. Selain fasilitas, edukasi sanitasi merupakan juga harus diperhatikan karena masalah kebersihan bukan cuma berkaitan dengan kurangnya fasilitas, namun bisa juga karena kurangnya kesadaran.

Dalam rangkaian kegiatan Project Sunlight – Dukung Masa Depan Sehat, PT Unilever Indonesia, Tbk, menggelar Volunteering Day yang mengajak konsumen untuk berpartisipasi menjadi sukarelawan pengajar sanitasi untuk anak. Dalam kegiatan ini, konsumen secara langsung memberikan edukasi sanitasi serta berinteraksi dengan anak-anak di beberapa sekolah dasar terpilih. Lebih dari 1.000 relawan terpilih akan mengikuti Volunteering Day untuk mengedukasi ribuan siswa SD yang tersebar di lima kota di Indonesia, antara lain; Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan Yogyakarta.

Para relawan mengajarkan berbagai materi edukasi terkait praktik kebersihan diri sehari-hari seperti bagaimana mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar serta menjaga kebersihan toilet agar anak tetap hidup sehat. Walau terlihat sederhana namun edukasi ini besar manfaatnya. Sebagai contoh, membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dapat menurunkan risiko diare hingga 50%.

Dalam kegiatan ini, para relawan brightfuture dapat secara langsung memberikan edukasi mengenai pentingnya sanitasi kapada anak-anak di sekolah dasar terpilih. Di Surabaya, edukasi dilakukan oleh 150 relawan kepada ratusan siswa sekolah dasar di SDI Al-Mufidah, SDN Kalirungkut 1, SDI Iskandar Said dan SDI Saroja. Para volunteer yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang, ada yang dari SMA, mahasiswa beberapa universitas di Surabaya, juga dari kalangan pendidik.

Program Manager of Health, Wellbeing, and Nutrition PT Unilever Indonesia, Tbk. Waila Wisjnu mengatakan Brightfuture Volunteer Day merupakan salah satu rangkaian kegiatan Project Sunlight Dukung Masa Depan Sehat yang telah diluncurkan pada bulan November yang lalu. “Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari dukungan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sanitasi di Indonesia,” terang Waila, di sela-sela acara bertempat di SDN Kalirungkut 1 Surabaya, Senin (15/12/2014).

Menurutnya, Unilever telah berupaya mengajak masyarakat berpartisipasi menyalurkan dukungan untuk Project Sunlight melalui berbagai cara mudah, seperti melihat video inspirasional, menulis ide atau menyebarkan cerita yang menginspirasi termasuk menjadi relawan brightfuture. Setiap masyarakat yang bergabung menjadi relawan brightfuture, Unilever menyumbang Rp100.000 yang nantinya akan dikumpulkan dan digunakan untuk program edukasi dan memperbaiki fasilitas sanitasi di Sumba, NTT.

Sebelum turun ke sekolah dasar terpilih, para relawan brightfuture telah dibekali pelatihan mengenai materi ajaran tentang sanitasi hingga tips dalam menghadapi siswa sekolah dasar. Pembekalan ditujukan agar para relawan brightfuture dapat memberikan edukasi secara efektif dan mengemasnya dengan cara yang menyenangkan sehingga mudah dipahami dan diterapkan dalam keseharian para siswa.

“Dengan bergabung menjadi relawan brightfuture, masyarakat tidak hanya bisa berbagi pengetahuan kepada anak-anak SD mengenai pentingnya sanitasi seperti cara mencuci tangan, menyikat gigi, pentingnya air sehat serta menjaga kebersihan toilet, tetapi masyarakat secara tidak langsung juga turut berkontribusi dalam mewujudkan mimpi anak Indonesia yang ingin memiliki fasilitas sanitasi layak sehingga mereka dapat hidup lebih sehat,” tambahnya.

Selain fasilitas, edukasi juga menjadi hal yang sangat penting karena masalah kebersihan bukan berkaitan dengan kurangnya fasilitas, namun bisa juga karena kurangnya kesadaran. “Fasilitas memang bisa dibuat dengan relatif cepat, namun perilaku bersih dan sehat perlu waktu untuk dibangun,” timpalnya.

Sanitasi dapat memengaruhi edukasi, angka kelahiran dan angka kematian, sehingga harus menjadi perhatian bagi setiap orang. Salah satu indikasi sanitasi buruk adalah penyakit diare. Di Jawa Timur dilaporkan 16,541 orang memerlukan rawat inap di rumah sakit umum pemerintah akibat diare. Sedangkan di Kota Surabaya ditemukan 92,072 kasus penyakit diare.

Dan di Indonesia terdapat 2/3 kematian balita disebabkan oleh diare. Walau demikian, baru 47% yang memiliki perilaku cuci tangan dengan benar di Indonesia padahal tindakan semudah mencuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir dapat menurunkan risiko diare hingga 50%. Selain itu, hanya sekitar 2,3% masyarakat Indonesia menyikat gigi dengan benar, yakni sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam untuk mencegah karies gigi secara efektif.

“Kami sangat berterimakasih dan mengapresiasi dukungan yang begitu besar dari masyarakat terhadap program yang kami jalankan. Melihat antusiasme yang begitu besar, kami berharap Project Sunlight khususnya kegiatan brightfuture Volunteer Day dapat menginspirasi dan mengingkatkan kesadaran masyarakat terutama para pemimpin muda akan pentingnya sanitasi yang layak, serta menularkan semangat dukung masa depan sehat agar secara bersama-sama kita dapat menciptakan perubahan demi masa mendatang yang lebih cerah untuk generasi berikutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SDN Kalirungkut 1, Siti Fatonah, S.Pd, sangat berterimakasih atas kegiatan yang berlangsung di sekolah yang dipimpinnya. “Tentunya edukasi terkait sanitasi ini sangat bermanfaat dan menjadi bekal penting bagi anak-anak didik kami,” tandasnya. (ro)

Teks foto:
– Program Manager of Health, Wellbeing, and Nutrition PT Unilever Indonesia, Tbk. Waila Wisjnu menyerahkan sertifikat kepada Kepala SDN Kalirungkut 1, Siti Fatonah, S.Pd.
– Program Manager of Health, Wellbeing, and Nutrition PT Unilever Indonesia, Tbk. Waila Wisjnu menyerahkan sertifikat kepada perwakilan volunteer.
– Volunteer foto bersama usai menyelesaikan rangkaian kegiatan Volunteer Day, di SDN Kalirungkut 1 Surabaya.