02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Layang-layang PLN Terbang Tinggi di Banyuwangi

Layang-layang PLNBanyuwangi, KabarGress.Com – Layang-layang merupakan salah satu penyebab padam listrik di beberapa lokasi di Jawa Timur, hal ini karena layang-layang yang sering nyangkut di jaringan dan bahan yang digunakan juga menjadi penghantar sehingga menyebabkan padam. Di sisi lain bermain Layang-layang sudah merupakan budaya bagi masyarakat di beberapa daerah di Jawa Timur, biasanya dilaksanakan pada saat setelah panen atau perayaan-perayaan tertentu.

Oleh karena itu, CSR PLN bekerjasama dengan Komunitas Pecinta Layang-layang Banyuwangi menyelenggarakan lomba layang-layang, yang merupakan salah satu program CSR Sadar Bersinar, bertempat di lapangan alas Purwo, Banyuwangi, pada 13 Desember 2014.

Maksud dari kegiatan CSR Sadar Bersinar ini memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana bermain layang-layang yang baik dan aman, khususnya jauh dari jaringan listrik PLN.

Acara ini dibuka Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Suhatman. Dalam sambutannya “PLN berharap pecinta layang-layang bisa bermain secara aman dan tidak membahayakan jaringan listrik, karena dampaknya tentu akan dirasakan masyarakat sendiri, jika listriknya padam” ungkapnya.

Kegiatan ini diikuti 80 Tim dari komunitas pecinta layang-layang yang ada di Banyuwangi dan sekitarnya memperebutkan 5 hadiah utama dan 10 hadiah hiburan.

CSR PLN khususnya Distribusi Jawa Timur memiliki program yang bernama “BERSINAR” yang berarti BERSIh lingkungannya dan beNAR listriknya yang meliputi Kawasan Bersinar untuk lingkungan, Duta Budaya Bersinar untuk Budaya, Duta Muda untuk pendidikan, Wirausaha Bersinar untuk Pemberdayaan masyarakat dan Sadar Bersinar untuk edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat. (ro)

Teks foto: Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Suhatman (kiri), siap melepas Layang-layang PLN, pada lomba layang-layang, yang merupakan salah satu program CSR Sadar Bersinar, bertempat di lapangan alas Purwo, Banyuwangi, pada 13 Desember 2014.