16/01/2021

Jadikan yang Terdepan

MOBA Mengantarkan Ubaya Juara 1 se-Asean

MOBA karya mahasiswa Ubaya yang memenangi kompetisi tingkat ASEANSurabaya, KabarGress.Com – Empat mahasiswa dari Jurusan Teknik Industri dan Desain Manajemen Produk Ubaya berhasil meraih juara 1 lomba CHRONICS 2014 se-Asean, di Yogyakarta minggu lalu. Dengan mengusung tema Traveling For Long Duration Trip, Vincent dan kawan-kawan membuat tas bernama MOBA.

Albert Ong, Vincent dan Willyanto Wirya Dinata adalah mahasiswa Jurusan Teknik Industri. Sedangkan Fiorencius Franantya satu-satunya mahasiswa Jurusan Desain Manajemen Produk dalam team ini. Lomba CHRONICS 2014 se Asean ini, diselenggarakan oleh Universitas Gajah Mada (UGM) yang diikuti seratus lebih tim untuk kalangan mahasiswa dari Negara Indonesia, Filipina, dan Thailand.

MOBA adalah tas yang terdiri dari 4 bagian. Pertama suitcase atau orang sering menyebut koper. Koper hasil karya Vincent dkk memiliki kelebihan pada tuas pendorong yang dapat berfungsi sebagai tongsis (tongkat narsis). Tidak hanya itu, pada bagian ini Fiorencius Franantya selaku product desain dilengkapi roda ringan yang mampu berputar 360 derajat.

Bagian kedua adalah backpack yang dilengkapi case untuk laptop sehingga relatih aman dari guncangan. Backpack ini dilengkapi system piezo electric. Alat ini mampu mengubah energy kinetic menjadi energy listrik, sehingga output energy yang dihasilkan oleh piezo elektronic dapat digunakan untuk mengisi baterai gadget (hp , android, tab, dan lain-lain).

Bagian ketiga dari MOBA adalah shoes bag atau tempat menyimpan sepatu. Dengan dimensi 18 x 33 x 11 cukup untuk segala jenis sepatu dewasa. Dengan berat maksimal sepatu 3 kilogram. Bagian yang terakhir adalah sling bag atau biasa disebut tas selempang. Berdimensi 20 x 4 x 24 maka sangat fleksibel digunakan untuk bepergian dengan barang bawaan sedikit.

Pada bagian branding merk MOBA, Fiorencius Franantya meberikan sentuhan dengan scotchlit. Lalu dibagian samping tas ditamah pula ID si pemilik tas berupa miniature plat nomor. Kedua bagian desain ini difungsikan untuk mempermudah mengenal identitas si pemilik tas. Vincent mengaku memilih bahan dasar recyclable fabric and breath air.

“Tugas saya presentator dalam tim ini. Sehingga saat didepan dewan juri saya utarakan secara detail kelebihan serta banyaknya factor ergonomic yang terdapat dalam MOBA”, ungkap Albert Ong salah satu anggota tim, di sela-sela acara publikasi Tas prototype bermerk MOBA, bertempat di Kantin Keluwih lantai 2 (sebelah gedung TU Ekonomi) Kampus Tenggilis Ubaya, Rabu (19/11/2014).

Awal kegiatan lomba CHRONIC 2014, peserta wajib mengumpukan proposal. Di Bulan September 2014 dari ratusan tim dipilih 15 tim dimana per tim terdiri dari 4 orang mahasiswa. Pengumuman via email dan sosial media. Tahap selanjutnya dibuat prototype kurang lebih 1 bulan sekaligus mempersiapkan materi presentasi. 12 November 2014, keempat mahasiswa berangkat ke Yogyakarta.

Selama 3 hari mereka siap berkompetisi dengan sportif. Hari pertama pertandingan, ke 14 peserta (berkurang 1 dari Filipina mengundurkan diri) presentasi dihadapan para juri. Hari kedua case study di 5-6 gerbong gerbong kereta yang sedang parkir di stasiun Lempuyang Yogya.

Disana selama 1 jam diminta memperbaiki interior kereta api serta diminta mempersiapkan presentasi selama 75 menit. Hari terakhir expo di Jogya City Mall. Saat expo berlangsung, dewan juri akan memanggil 7 finalis dan presentasi karyanya masing-masing secara bergantian. Tak lama kemudian diumumkan pemenang juara CHRONICS 2014. Juara 1 diraih Ubaya dengan total hadiah Rp20 juta, juara II diraih tuan rumah UGM dengan total hadiah Rp10 juta dan juara III oleh Universitas Maranatha dengan total hadiah Rp7,5 juta.

“Saat pemanggilan finalis MOBA yang terakhir. Walau kami sempat khawatir dengan karya dari Universitas Maranatha yang sama-sama membuat produk tas,” ungkap Albert Ong.

Kendala terberat pada pencarian penjahit yang mau menjahit hanya 1 buah tas dan banyak permintaan. Kedua karena singkatnya waktu yang diberikan panitia untuk membuat produk MOBA ini. “Saat kami bawa MOBA ke Yogya dan presentasi, produk kami ini tidak bisa berdiri sempurna sehingga muncul kekhawatiran tidak sampai final,” jelas Vincet ketua tim.

“MOBA ini dirancang dengan prinsip ergonomi untuk kenyamanan pengguna baik traveling darat maupun udara. Selain itu unsur lifestyle, safety dan technology include  dalam desain MOBA. Selamat untuk Vincent dkk atas juara yang diraih,” ungkap Markus Hartono, S.T., M.Sc., Ph.D, CHFP selaku pembimbing.

Ke depan Albert Ong, Vincent, Willyanto Wirya Dinata, Fiorencius Franantya ingin mematenkan karya MOBA dan mencoba mencari industri yang ingin memproduksi masal dengan kisaran harga Rp663.999. Selain itu ada bagian dari MOBA yang bisa dikembangkan menjadi tas kamera atau tempat makan. (Ro)