03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

PT. PJB UP Gresik Terus Tingkatkan Kapasitas Produksi Listrik

General Manager PT. PJB UP Gresik, SugiantoGresik, KabarGress.Com – PT. Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Unit Pembangkitan (UP) Gresik terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi listrik guna memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik. “Pertumbuhan kebutuhan listrik mencapai 8,5 persen per tahun. Ini menjadi dasar kami untuk terus meningkatkan kapasitas produksi listrik,” ungkap General Manager PT. PJB UP Gresik, Sugianto, ketika menerima kunjungan awak media di kantornya, Sabtu (8/11/2014).

Menurut Sugianto, pihaknya menargetkan kapasitas produksi listrik sebesar 750 MW dari saat ini 2.218,98 Mega Watt (MW) menjadi 2.968,98 MW hingga tahun 2018. Pemenuhan target ini untuk merealisasikan target perusahaan sebagai perusahaan kelas dunia di tahun 2018. Dan PT. PJB UP Gresik akan terus berupaya meningkatkan ketahanan energi listrik dalam negeri. Salah satunya yaitu dengan terus melakukan peningkatan total daya terpasang yang dimiliki. Hingga tahun 2018, PT. PJB UP Gresik telah menargetkan adanya penambahan sebesar 750 MW.

PT. PJB UP Gresik“Penambahan ini sejalan dengan target PT. PJB di tahun 2018 yang mampu menambah daya terpasang sebesar 3.268 MW dari posisi saat ini sebesar 6.900 MW menjadi 11.000 MW di 2018. Sementara total daya terpasang di seluruh Indonesia ditarget mencapai 4 45.000. MW. Besaran daya tersebut jauh lebih kecil dibanding beberapa negara lain seperti China yang mencapai 1 juta MW, Amerika 890.000 MW, India 280.000 MW dan Jepang 720.000 MW,” terangnya.

Saat ini PT. PJB UP Gresik telah mengoperasikan tiga jenis pembangkit, yaitu PLTG unit I dan II, PLTU unit I, II dan III, IV dan PLTGU Blok I, II dan III dengan total daya terpasang sebesar 2.218,98 MW. Untuk mencapai target penambahan 750 MW di 2018, UP Gresik telah merencanakan pembangunan PTLGU Blok VI di lokasi yang sama dengan luas lahan 3 hektar. “Sudah kami tenderkan. Rencananya nanti tahun 2018 sudah bisa beroperasi. Tetapi ini kembali lagi pada keputusan dari pusat karena untuk pasokan gas juga masih menunggu,” tuturnya.

Disebutkan Sugianto, dari total kebutuhan gas di seluruh pembangkit milik PT, PJB UP Gresik yang mencapai 320 juta metrik ton kaki kubik (mmscfd), seluruhnya dipenuhi dari empat pemasok utama, yaitu Santos, Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), HESS dan Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd. (ro)

Teks foto: Deputi Manajemen, Komunikasi, dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo (kiri), General Manager PT PJB UP Gresik, Sugianto (tengah) dan Manager Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jatim, Suhatman (paling kanan), saat pemaparan kondisi kelistrikan PT. PJB UP Gresik, Sabtu (8/11/2014).