03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Program CSR Wirausaha Bersinar PLN Distribusi Jatim Kembali Raih CSR Award 2014

SPV CSR PT. PLN (Persero) Distribusi Jatim, Suriadi Madia, saat menerima penghargaan CSR Award 2014Surabaya, KabarGress.Com – Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Program Wirausaha Bersinar PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, berhasil meraih CSR Award 2014. “Ini menjadi kado istimewa bagi kami jajaran PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur dalam rangka peringatan Hari Listrik Nasional ke 69,” ungkap Deputi Manajemen, Komunikasi, dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, kepada media ini, Senin (27/10/2014).

Menurutnya, penghargaan menggembirakan tersebut merupakan yang kedua kalinya diterima PT. PLN Distribusi Jawa Timur. “Kita memang gudangnya dalam meraih berbagai penghargaan. Tahun lalu kita juga mendapatkan penghargaan yang sama,” tandasnya.

Perlu diketahui, dimulai pada 2012, CSR-Bina Lingkungan PLN meluncurkan aksi Program Wirausaha Bersinar “PPOB – Bayar listrik dengan sampah” dan “Bank Sampah Induk“. Aksi program ini sebagai bentuk komitmen PLN untuk terus mengembangkan bank sampah dan mencari terobosan agar memberi manfaat bersama antara masyarakat dan perusahaan.

Aksi Program “bayar listrik dengan sampah” dapat membantu pelanggan serta memudahkan masyarakat untuk membayar listrik. Aksi ini bertujuan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan warga dan organisasi atau komunitas di perkampungan, meningkatkan kebersihan lingkungan serta menjaga kelestarian alam.

Dengan dibukanya loket bayar listrik di bank sampah, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bank sampah yang diperoleh dari biaya administrasi rekening listrik yang dipungut dari setiap pembayar. Keuntungan ini hasilnya akan kembali dinikmati masyarakat setempat untuk mengembangkan usaha bank sampah.

Tabungan sampah yang selama ini mulai dikelola oleh bank sampah binaan PLN, akan bisa dikompensasi/auto debet dari buku tabungan sampah untuk pembayaran tagihan listriknya. Proses auto debet ini bisa langsung dilakukan di 20 bank sampah unit RT-RW yang sudah diberikan bantuan perlengkapan Payment Point online Bank (PPOB) dan bantuan permodalan.

Selain program “bayar listrik dengan sampah”, CSR-Bina Lingkungan PT PLN (Persero) juga mendorong kemampuan produksi dan peningkatan nilai jual produk bank sampah induk. Bank sampah induk adalah bank sampah yang bertugas untuk membina bank-bank sampah unit di RT-RW. Selain membina, bank sampah induk juga sebagai penerima atau pengambilan setoran sampah yang terkumpul di bank sampah unit-unit. Untuk bisa melakukan peran-peran tersebut bank sampah induk perlu terus ditingkatkan kemampuannya, baik secara teknis maupun permodalan.

Khalayak yang dituju yakni masyarakat golongan menengah ke bawah. Dimana bertujuan untuk memberikan kemudahan pembayaran listrik, serta membangun rasa kepedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan.

“Program ini memiliki peran edukasi yang terkandung di dalamnya yakni sampah yang selama ini diabaikan, jika dikelola ternyata masih memiliki nilai. Karena bisa dilihat sekarang ini harga listrik terus naik dan sangat mahal yang membuat masyarakat kesulitan untuk membayarnya. Dengan adanya program ini bisa menggugah hati masyarakat agar tidak mengabaikan sampah yang dihasilkannya, terlebih sampah yang dihasilkan rumah tangga dan menjadikannya alat pembayaran listrik tersebut,” terangnya.

Bagi perusahaan PLN sendiri program tersebut juga dapat membantu meningkatkan reputasi perusahaan dari segi pelayanan, kemudian juga meningkatkan citra, serta efisiensi waktu pembayaran, jadi masyarakat dengan adanya progam ini tidak akan telat untuk membayar listrik dan tidak ada lagi saluran-saluran listrik yang ilegal. Sejauh ini, dari program Wirausaha Bersinar telah berdiri 20 PPOB di wilayah Malang dan 10 PPOB di wilayah Surabaya. (ro)

Teks foto: SPV CSR PT. PLN (Persero) Distribusi Jatim, Suriadi Madia, saat menerima penghargaan CSR Award 2014.