22/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Hadapi MEA 2015, Pendidikan Keterampilan Harus Diperkuat

Hadapi MEA 2015, Pendidikan Keterampilan Harus DiperkuatBojonegoro, KabarGress.Com – Wakli Gubernur Jawa Timur Drs. H Saifullah Yusuf menuturkan, bahwa menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 salah satu cara di dalam menghadapi derasnyamobilitas arus orang, barang dan jasa yaitu dengan memperkuat keterampilan khususnya di sektor pendidikan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)Tingkat Provinsi Jawa Timur XXIII di GOR Sekolah Model Terpadu (SMT) Bojonegoro, Senin (27/10).

Ia mengatakan, pendidikan keterampilan harus terus diperkuat, caranya dengan menambah sekolah kejuruan yang ada. Saat ini, jumlah SMK di Indonesia 60 berbanding 40 persendari sekolah umum atau SMU. Berbeda dengan negara maju di Eropa yang memberikan perhatian besar kepada sekolah kejuruan.

Menurutnya, perkuatan sekolah kejuruan oleh negara eropa seperti Jerman, Denmark dan Norwegia dalam kesiapannyamenghadapi pasar tunggal eropa telah memfokuskan jumlah sekolah kejuruan sebesar 70 persen dibanding sekolah umum sebesar 30 persen. “Jerman telah memberikan perhatian lebih kepada sekolah kejuruan yang telah memiliki sumber daya yang siap bekerja di pasar tenaga kerja. Mereka bahkan menggandeng perusahaan yang membutuhkan skill dan kompetensi dari tenaga terampil di SMK untuk diajak bekerja dalam perusahaannya,” ujarnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya mencontohkan, PemkabBojonegoro melalui Dinas Pendidikannya telah membangun SMK khusus jurusan minyak dan gas dari antisipasi dariberoperasinya perusahaan minyak di daerah tersebut. “Saya sangat bangga, terhadap respon dari pemerintah daerah yang mendirikan sekolah kejuruan menyesuaikan dengan pasar dan sumber daya di setiap daerah. Sekolah kejuruan seperti itulahyang  akan mencetak tenaga kerja terampil dan disesuaikan dengan kebutuhan dari perusahaan yang berdiri di masing-masing daerah,” contohnya.

Ia menambahkan, mendirikan SMK disesuaikan dengankebutuhan daerah akan memberikan keuntungan positif. Perusahaan tidak perlu mencari tenaga kerja dari luar daerah, mereka cukup menunggu lulusan SMK yang telah dipersiapkan diri dilatih skill, kemampuan, pengetahuan dan kompetensinyapada saat di sekolah. “Inilah salah satu contoh yang baik, dimana kemitraan antara sekolah dengan perusahaan dalam menyapkantenaga kerja terampil di bidangnya bisa terakomodasi dengan baik,” imbuhnya.

Dihadapan, guru dan siswa seluruh Jatim yang hadir Gus Ipul menekankan, pentingnya standarisasi terhadap sumber daya yang ada. Standarisasi menjadi sesuatu yang penting di dalam memenuhi permintaan di pasar tenaga kerja. Standarisasi dilakukan tidak hanya standar dari Standart Nasional Indonesia(SNI) melainkan harus diakui di pasar kerja international.

Ke depan, siswa SMK tidak boleh lengah terhadap kemajuan zaman yang pesat. Pemerintah dan dunia pendidikanakan terus bekerja keras agar lulusan SMK dapat melahirkan lulusan yang hebat dan berdaya saing. “Semoga SMK di Jatimbisa menjadi pelopor lahirnya SMK-SMK unggulan yang ada di Indonesia,” terangnya.

Senada dengan hal tersebut Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono mengatakan kegiatan ini diharapkan mampu untukmemotivasi guru dan siswa dalam meningkatkan kualitassehingga muncul konseptor handal dari lulusan SMK. “Manfaatkanlah momentum ini, sehingga mutu dan kualitas dari SMK bisa diakui di pasar kerja Asean 2015,” ujarnya.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Dr. Harun mengatakan, tujuan khusus diselenggarakan LKS ini yakni merencanakan program pengembangan dan pembinaan SMK kearah peningkatan kualitas dan relevansi lulusan sesuai kebutuhan masyarakat.

Selain itu, LKS ini juga mempromosikan kompetensi lulusan SMK kepada dunia usaha dan Industri sebagai pengguna tenaga kerja. “Dari kesemuanya ini, hasil yang diharapkan adalah terus meningkatknya citra SMK sebagai pilihan tepat dalam menentukan pendidikan yang berkualitas,” tutupnya. (eri)