23/09/2020

Jadikan yang Terdepan

Investasi Tulang Punggung Perekonomian Daerah

Investasi Tulang Punggung Perekonomian DaerahSurabaya, KabarGress.com – Investasi merupakan tulang punggung perekonomian suatu daerah. Untuk itu, pemerintah daerah harus mendorong peningkatan kinerja penanaman modal di Kabupaten/Kota serta mendorong iklim investasi produktif dan berdaya saing. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Akhmad Sukardi MM saat membuka sosialisasi Investmen Award Prov. Jatim di Hotel Majapahit, Kamis (23/10).

Ia mengatakan, penanaman modal memiliki peran signifikan dalam pembangunan ekonomi Jatim. Kontribusi nilai penanaman modal Jatim sebesar 20 persen dari total PDRB. “Kontribusi dari investasi yang meningkat, mampu mengurangi pengangguran dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga besaran investasi yang dilakukan dapat menentukan perekonomian suatu daerah,” jelasnya.

Dijelaskannya, kinerja investasi di Jatim pada semester I 2014 berdasarkan izin prinsip Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp. 67,97 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp.17.77 triliun sehingga total jumlah izin prinsip mencapai Rp. 85,74 triliun.

Berdasarkan realisasi investasi sampai dengan semester I tahun 2014 investasi dari PMA sebesar Rp. 6,82 triliun, PMDN sebesar Rp. 29,88 trilliun dan investasi non fasilitas sebesar Rp. 46, 54 trilliun. Jumlah ini meningkat sebesar Rp. 22,27 persen menjadi Rp. 83,24 trilliun dibanding tahun lalu.

Ditambahkan, terdapat  lima negara terbesar yang berinvestasi di Jatim diantaranya Jepang, Singapura, RRC, USA, British Virgin Island dengan Kabupaten/Kota. Tujuan investasi adalah Gresik, Pacitan, Mojokerto, Pasuruan dan Surabaya.

Agar tercipta iklim investasi yang produktif dan berdaya saing, Pemprov Jatim menyelenggarakan Investment Award Provinsi Jawa Timur. Penganugrahan Investmen Award Prov. Jatim ini bertujuan untuk memotivasi Kabupaten/Kota dalam memberikan pelayanan prima dibidang penanaman modal. “Dalam penganugrahan Investment Award ini, kami memiliki tim penilai yang terdiri dari akademisi, asosiasi profesi, kadin, jurnalis dan pejabat yang berkompeten di bidangnya,” imbuhnya.

Kepala Badan Penanaman Modal Prov. Jatim Lili Sholeh mengatakan, maksud dari kegiatan untuk mempersiapkan peserta dari Kabupaten/Kota serta PMA/PMDN dalam mengikuti penilaian yang akan dilakukan dalam penganugrahan Invesment Award.

Selain itu, sosialisasi kegiatan ini sebagai upaya untukmendorong peran positif dari kabupaten/kota agar berperan aktif dan berdaya saing dalam penanaman modal.

Invesment Award yang dilakukan tahun depan memilikidua kategori penilaian yaitu kategori penilaian untukkabupaten/kota dan kategori penilaian untuk PMA/PMDN.Penyelenggaraan Invesment Award yang memasuki tahun ke lima ini, diselenggarakan dalam kurun waktu dua tahun dari tahun 2014 hingga 2015 dilakukan penilaian. Sedangkan untuk penganugrahannya dilaksanakan di tahun 2015. (eri)