03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Pakde Karwo Undang Investor Bangun Perusahaan Perhiasan Emas di Jatim

Pakde Karwo Undang Investor Bangun Perusahaan Perhiasan Emas di JatimSurabaya, KabarGress.Com – Gubernur Jatim Pakde Karwo mengundang para investor untuk membangun perusahaan perhiasan emas di Jatim karena dekat Juanda siap 100 hektar lahan, apalagi resource/bahan baku emas tersedia di Jatim, pasti produk yang dihasilkan akan lebih murah.

Selain itu, pangsa pasar luar biasa, ekspor perhiasan emas Jatim pada 2013 mencapai US$ 1,45 miliar, meningkat 104 % dibanding Tahun 2012 sebesar US$ 701 Juta. “tujuan ekspor ke USA, Eropa, Singapura dan Malaysia. Kalau ke Dubai design hand made semua dari Jatim. Itu artinya produk Jatim sudah bisa bersaing di kancah internasional”. Hal itu dikatakan saat membuka membuka pameran emas atau Surabaya Internasional Jewellery Fair (SIJD) ke-19, di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (23/10).

Menurut Pakde, gelombang buyer luar biasa, utamanya produk hand made sangat diminati, perkembangan perhiasan dengan batu-batuan luar biasa, batu-batuan dari Pacitan berhasil memasuki pasar dunia. Bahkan design untuk tradisional dan modern Jatim berhasil meraih juara internasional yaitu produk dan design dari Suku Asmat (Papua). “Namun masih diperlukan peningkatan SDM untuk memproduksi. Gabungan art/seni – produk modern, dan didukung peralatan dan teknologi. Kalau hal itu sudah dilakukan pasar emas dunia akan dapat dikuasai Jatim,” tambahnya.

Pameran ini, katanya, merupakan sampling dalam transaksi dagang, ada yang menyalurkan (ekspor) ada yang pesan perhiasan dengan model yang sedang dipamerkan, yang diharapkan bertemunya antara seller – buyer.

Sementara itu, Kepala Disperindag Prov Jatim, Hari Sasono M. Eng, mengatakan Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) yang ke-19 ini merupakan pameran perhiasan terbesar di Indonesia Timur.

Maksud diselenggarakan SIJF ini sebagai sarana ajang promosi untuk membangun brand image industri perhiasan di tanah air. Selain itu  juga untuk memperkenalkan produk dan teknologi baru, industri perhiasan dan pendukungnya di Jatim.  Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar dan penjualan perhiasan di tanah air.

Pameran ini sebagai sarana bagi pengusaha kecil/menengah industri perhiasan perak, emas, berlian dan batu permata untuk meningkatkan semangat kewirusahaan dan ekonomi di bidang industri dan perdagangan perhiasan agar lebih berperan aktif memperkenalkan produk-produknya supaya konsumen mendapat produk perhiasan yang bertaraf internasional dengan harga yang bersaing.

SIJF yang berlangsung tanggal 23 – 26 Oktober 2014 mulai jam 10.00 – 21.00 ini diikuti pengusaha kecil, menengah dan besar dari Jatim, dan beberapa Provinsi lain yang menampilkan produk perhiasan, asesoris, termasuk industri peralatan perhiasan yang terbaik dan berkualitas ekspor.

Peserta pameran dari tahun ke tahun IKM yang meningkat, tahun ini pengrajin IKM 100 peserta (30 % diantaranya binaan Dekranasda Provinsi Jatim pimpinan Bude Karwo), pengusaha menegah dan besar 44 peserta (25 diantaranya pengusaha dari Jatim), dan 6 luar negeri dari Hongkong dan Malaysia).

Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI), Jefri Tumewu, mengatakan pameran bersama ini diperlukan sebagai upaya untuk pengenalan produksi dan meningkatkan penjualan, dan tentunya sangat bermanfaat bagi industri kreatif menciptakan peluang pasar internasional.

Dalam kesempatan itu Pakde Karwo meninjau stand pameran didampingi Ketua Dekranasda Jatim Bude Karwo, Kepala SKPD, Pengurus TP-PK provinsi Jatim, pengusaha. (eri)