03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Niluh Djelantik, Membangun Karir dengan Prinsip

Surabaya, KabarGress.Com – Menjadi entrepreneur atau pengusaha nampaknya sedang menjadi tajuk utama dalam dunia bisnis Indonesia. Mulai dari pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga hingga karyawan yang sudah memiliki pekerjaan tetap kini banyak yang beralih jalur untuk membuka usaha sendiri. Hal ini juga didukung oleh pemerintah yang tiap tahun berusaha memberikan kemudahan regulasi bagi masyarakat untuk membuka sebuah usaha. Banyak alasan mengapa orang-orang ingin menjadi entrepreneur. Namun pada kenyataannya, untuk menjadi seorang pengusaha, tidak hanya dibutuhkan modal secara materiil, melainkan juga passion dan bakat untuk terjun dalam dunia entrepreneurship.

Untuk menanamkan jiwa entrepreneur pada mahasiswa, Fakultas Bisnis Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) mengadakan sebuah talkshow dengan tema Young Entrepreneur for Indonesia. Bertepatan dengan Dies Natalis Fakultas Bisnis ke 49, talkshow yang diadakan pada Kamis (04/09) di Auditorium Benedictus kampus Dinoyo UKWMS mengundang Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik atau yang lebih dikenal dengan nama Niluh Djelantik. Niluh merupakan salah satu anak bangsa yang mampu mengembangkan usahanya sampai ke dunia internasional. Karya-karya yang dibuatnya bahkan sudah dipakai oleh para selebriti Hollywood seperti Uma Thurman dan supermodel Gisele Bundchen.

Dalam talkshow yang berlangsung selama dua jam ini, Niluh menceritakan proses awal mulanya ia beralih dari seorang karyawan menjadi seorang entrepreneur, hingga akhirnya ia memiliki brand Niluh Djelantik. Berawal dari menjadi karyawan, ia mulai meniti karir menjadi entrepreneur karena ia menemukan keterbatasan secara fisik untuk tetap bekerja di bawah perusahaan. Ia merasa bahwa dengan tetap menjadi karyawan ia hanya akan menerima ‘gaji buta’. Pada tahun 2003, ia memantapkan diri untuk menjadi desainer sepatu sampai di tahun 2008 ia membuat brand sendiri dengan nama Niluh Djelantik.

Masuknya Niluh dalam kancah perdagangan internasional, tidak menghilangkan prinsip nasionalis yang dimilikinya. Niluh menolak ketika produknya akan diproduksi secara masal di Cina. Bagi Niluh, ini adalah suatu prinsip untuk tetap melakukan proses produksi sepatunya di Indonesia, bukan untuk mengejar pencapaian materi, tetapi terlebih untuk pencapaian atas kecintaannya produk dalam negeri.

Dengan produk yang tergolong mahal, ia tidak semata ingin mengejar kekayaan, ia ingin menciptakan brand awareness dimana pelanggannya merasa nyaman dan puas atas sepatu yang dibelinya. Prinsip marketing yang Niluh pegang adalah bukan berusaha menjual banyak sepatu kepada satu pelanggan, namun lebih kepada meyakinkan pelanggan, mana sepatu yang mereka butuhkan dari berbagai segi termasuk mobilitas si pemakai.

Di akhir sesi dalam talkshow Niluh juga memberikan pesan kepada peserta khususnya pelajar dan mahasiswa untuk fokus pada penguasaan ilmu, bukan hanya melulu pencapaian atas nilai atau IPK tinggi. “Dalam dunia kerja, ilmu tersebut yang akan membantumu untuk bersaing di dunia kerja. Kedua, yaitu prinsip, jadilah seseorang yang memiliki prinsip mengenai kepribadian dari diri sendiri,” ujar Niluh di hadapan peserta talkshow.

Niluh juga menegaskan bahwa segala sesuatu yang dilakukan harus memiliki jiwa, dilakukan sepenuh hati, dan berpegang pada prinsip. “Ketiga hal tersebut akan membedakan kalian dengan pribadi lainya,” tegas Niluh di akhir talkshow ini. (ro)