27/09/2020

Jadikan yang Terdepan

USAID PRIORITAS Latih Dosen dan Guru Terapkan Kurikulum 2013

Dua peserta sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya pada pelatihan kurikulum 2013 untuk SMP dan MTs, di Malang pada 19-25 mei 2014.
Dua peserta sedang mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya pada pelatihan kurikulum 2013 untuk SMP dan MTs, di Malang pada 19-25 mei 2014.

Yogyakarta, KabarGress.Com – USAID PRIORITAS bersama 16 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) menyelenggarakan pelatihan nasional untuk pelatih dosen LPTK tentang praktik yang baik dalam pembelajaran dan manajemen sekolah sesuai kurikulum 2013. Selama tiga hari, USAID PRIORITAS melatih 48 dosen LPTK. Mereka dipersiapkan untuk melatih para dosen dari 31 LPTK di tujuh provinsi mitra USAID PRIORITAS (15-17/7). Pelatihan tersebut menggunakan modul II praktik yang baik dalam pembelajaran dan manajemen sekolah yang dikembangkan secara khusus sebagai bahan rujukan untuk LPTK.

Menurut Lynne Hill, advisor pengajaran dan pembelajaran USAID PRIORITAS, pelatihan ini memberikan keterampilan praktis kepada para dosen dalam menerapkan pendekatan saintifik, penilaian otentik, serta mengembangkan budaya baca dan manajamen sekolah yang mendukung keberhasilan pembelajaran aktif. ”Kami berharap, pembelajaran aktif dan manajemen berbasis sekolah yang diimpelementasikan di sekolah juga dikembangkan para dosen dalam mempersiapkan calon guru di kampusnya,” kata Lynne.

Para dosen LPTK Mitra USAID PRIORITAS tersebut juga dipersiapkan untuk melatih dan mendampingi para guru dan sekolah lab dan sekolah mitra LPTK yang digunakan sebagai tempat praktik mengajar mahasiswa. ”Tujuannya, para mahasiswa mendapatkan pengalaman yang baik dalam proses perkuliahan dan mereka dapat berpraktik mengajar di sekolah yang telah menerapkan pembelajaran aktif sesuai Kurikulum 2013,” katanya lagi.

Dra Erni Maidiyah MPd, pengelola program microteaching Universitas Syiah Kuala, menyebut pelatihan ini sangat bermanfaat bagi dirinya dalam merancang perkuliahan yang sesuai kurikulum 2013. ”Kami di LPTK sangat terbantu, terutama menjadi pedoman bagi kami dalam merancang dan menerapkan perkuliahan yang sesuai kurikulum 2013. Saya akan menerapkan juga dalam kegiatan microteaching, pendidikan, serta latihan profesi guru (PLPG), dan pendidikan profesi guru,” tuturnya.

Pelatihan kurikulum 2013 untuk tingkat SD dan MI di Batu pada 25 Januari - 2 Pebruari 2014 lalu diikuti lebih dari 100 guru.
Pelatihan kurikulum 2013 untuk tingkat SD dan MI di Batu pada 25 Januari – 2 Pebruari 2014 lalu diikuti lebih dari 100 guru.

Dr Parsaoran Siahaan MPd, dosen fisika Universitas Pendidikan Indonesia, juga berniat mendiseminasikan pelatihan yang diperolehnya kepada teman-teman sejawatnya di kampus. ”Saya akan mulai dari diri saya untuk menerapkan pendekatan saintifik terkait implementasi kurikulum 2013 dalam perkuliahan. Kemudian teman-teman dosen akan saya undang untuk melihat dan menerapkannya juga,” ucapnya bersemangat.

Saat ini USAID PRIORITAS bekerja sama dengan 16 LPTK yang tersebar di tujuh provinsi. Setiap LPTK mitra juga memiliki 2-3 anggota konsorsium yang dilibatkan pada setiap kegiatan USAID PRIORITAS. Tujuannya, semakin banyak LPTK yang terlibat dalam mengembangkan pendekatan perkuliahan aktif di kampusnya.

 

Latih Guru dari 13 Kabupaten di Jatim

Sementara itu USAID PRIORITAS Jatim juga telah melakukan pelatihan tentang praktik yang baik dalam pembelajaran dan manajemen sekolah sesuai kurikulum 2013 dari 13 kabupaten mitra. Sebanyak 5 kabupaten (Kab Blitar, Kab Madiun, Kab Mojokerto, Kab Situbondo dan Kab Pamekasan) telah selesai dilatih untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs dari Mei hingga Juni 2014. Sementara untuk 8 kabupaten mitra lainnya yakni Kab Sidoarjo, Kab Bangkalan, Kab Sampang, Kab Nganjuk, Kab Pasuruan, Kab Bojonegoro, Kota Mojokerto dan Kab Tuban akan dilatih pada pertengahan Agustus 2014 nanti.

Dari seluruh pelatihan tersebut, tak kurang 400 lebih guru telah dilatih. Setelah pelatihan di tingkat provinsi, mereka harus melakukan pelatihan di tingkat sekolah di kabupaten masing-masing sehingga menjangkau lebih banyak lagi guru yang mengikuti pelatihan ini. (ro)