03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Bude Karwo Hadiri Ultah Ke-1 Kembar Siam Citra-Neyza

Surabaya, KabarGress.com – Isteri Gubernur Jatim Dra Hj Nina Soekarwo, MSi yang lebih akrab disapa Bude Karwo ketika menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-1 Citra-Neyza (si kembar siam), di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Senin (14/7).

Putera pasangan Imam Sayuti dan Endik Indahwati yang  dilahirkan di Gambiran Kediri pada 14 juli 2013, dan dirujuk ke dr Soetomo Surabaya 17 Juli 2013 ini kembar siam dada dan perut, kelainan jantung tetralogi dan kebocoran pada serambi. Awalnya diprediksi hanya bisa bertahan tiga bulan, tapi dengan perawatan bertahan tetap stabil. Sekarang sudah berusia satu tahun dengan berat badan 15 kg.

Tim ahli tidak melakukan operasi pemisahan, kalau dipisahkan akan meninggal di meja operasi karena jantungnya tidak bisa dipisahkan. Meski dempet tapi hidup sampai dewasa tentunya diperlukan perawatan penunjang seperti vaksinasi, nutrisi, stimulasi, rehabilitasi, serta pendampingan sepanjang masa. Dalam kesempatan itu Bude Karwo bersama para dokter, untuk pertama kalinya meberikan vaksinasi kepada Citra-Neyza.

Beberapa hari lagi Tim Kembar Siam akan melakukan operasi pemisahan si kembar Burul – Rahma, yang aslinya lahir triplet (kembar tiga) pada 29 Januari 2013 di dusun Kedunen desa Bomo Kec Rogojampi Banyuwangi, namun yang satu Alvino lahir terpisah sendiri dan normal. Anak Yuda Winarno dan Sika Jayanti ini kembar siam dempet dada – perut, dirujuk ke Dr Soetomo pada 6 Juni 2013. Sedang diupayakan pemisahan untuk menyelamatkan keduanya, namun operasi pemisahan harus dilakukan saat kondisi  kesehatan optimal.

Bude Karwo dalam kesempatan itu mengharapkan, setelah kembali dari RSUD Dr Soetomo, kepala daerah setempat (kabupetan Kediri dan Banyuwangi) memberikan kepedulian yang sangat intens untuk ikut memberikan perhatian kepada warganya sampai dewasa. Jangan  sampai mengesampingkan masalah kesehatan dan itu merupakan hakwarganya untuk sehat.

“Oleh karena itu pemerintah daerah yang mewakili negara harus peduli, menengok warganya yang sedang dirawat di Dr Soetomo, karena menjadi hak mereka untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai,” ujarnya.

Sementara Aldi-Aldo asal Ponorogo yang masih berusia 1 bulan lebih 3 hari, masih belum bisa diobservasi apakah bisa dipisahkan atau tidak, tapi diharapkan ada solusi. “Meski tidak dapat dipisahkan tapi RSUD Dr Soetomo akan merawat terus sampai dewasa, dan berharap panjang usia,” tambahnya.

Tim kembar siam Dr Soetomo yang beranggotakan 125 orang dokter ini, sejak 1975 – 2014 sudah menangani 59 kasus bayi kembar siam, sekitar 75 % kasus dempet dada-perut, meski banyak yang meninggal karena kelainan bawaan yang kompleks. Menurutnya, ini suatu prestasi adanya komitmen, dedikasi dan ketulusan tim work antara dokter dan perawat yang terjalin sinergitas yang baik untuk merawat pasien dengan optimal. “Ini suatu hal yang sangat luar biasa yang patut diberikan apresiasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo Surabaya dr Agus Haryanto mengatakan, tidak semua kembar siam bisa dipisahkan,mengingat dokter kemampuannya terbatas. Oleh karena itu kalau di masyarakat ada yang melahirkan kembar siamdiharapkan datang ke dr Soetomo, supaya bisa diagnose dandianalisis apakah si kembar bisa bertahan hidup atau tidak.Kemudian, yang bisa bertahan hidup, ada yang bisa dipisahkan ada juga yang tidak bisa dipisahkan.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala RSUD Dr Soetomo surabaya dr. Dodo Anando. beserta isteri, para guru besar, tim dokter. (Eri)