05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Dongeng Eratkan Hubungan Emosional Orang Tua dan Anak

Ketua TP PKK Prov. Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo M.Si saat membuka Festival Dongeng Jawa Timur di Royal Plaza Jl. A. Yani 16-18 Surabaya, Kamis, (26/6).
Ketua TP PKK Prov. Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo M.Si saat membuka Festival Dongeng Jawa Timur di Royal Plaza Jl. A. Yani 16-18 Surabaya, Kamis, (26/6).

Surabaya, KabarGress.com – Tradisi mendongeng harus dikembangkan kembali. Dengan mendongeng, hubungan emosional antara orang tua dan anak menjadi lebih erat serta harmonis karena dengan mendongeng akan terjadi interaksi dan diskusi positif orang tua kepada anak. Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Prov. Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo M.Si saat membuka Festival Dongeng Jawa Timur di Royal Plaza Jl. A. Yani 16-18 Surabaya, Kamis, (26/6).

Ia menjelaskan, dengan mendongeng orang tua akan mampu berinteraksi langsung dengan anak sehingga terjadi hubungan kedekatan hati secara baik. Selain itu, dampak dari kedekatan hubungan antara orang tua dan anak bisa membentuk budi pekerti yang baik melalui pesan-pesan positif lewat cerita dongeng yang diceritakan.

Bude Karwo sapaan akrabnya menegaskan, gerakan mendongeng bertujuan untuk mengajak dan menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya membiasakan membaca buku kepada anak menjelang tidur guna membentuk pondasi karakter, budi pekerti, daya nalar dan kreatifitas, sertamemperkuat ikatan batin antara orang tua dan anak.

Lebih jauh Bude Karwo mencontohkan, ketika orang tua mendongeng, pikiran anak akan berimajinasi kemana-mana menghubungkan isi dongeng dengan khayalannya sendri. Ini menunjukkan jika imajinasi anak akan lebih jauh dan luas dibandingkan gambaran kalimat dari orang tuanya.

Berdasarkan laporan Bank Dunia, minat baca anak Indonesia termasuk paling rendah yakni sebesar 51,7 persen dibawah Philipina 52,6 persen, Thailand 65,1 persen, Singapura 74 persen dan Jepang 82,3 persen. “Akan tetapi di Jatim, bedasarkan kajian indeks minat dan baca yang dilakukan oleh Baperpus dan Arsip bekerjasama dengan lembaga pengabdian UNAIR tahun 2013, menunjukkan hasil positif yakni minat baca masyarakat Jatim sebesar 56 persen,” imbuhnya.

Pemprov Jatim melalui Badan Perpustakaan (Baperpus)dan Kearsipan akan bekerja sama dengan PKK di Kab/Kota Jatim untuk menggalakkan kembali tradisi mendongeng kepada anak-anak. Kerjasama ini akan ditandai dengan disiapkannyabuku-buku cerita untuk dibagikan ke taman posyandu yang ada di Jatim.

“Semoga Baperpus dan Arsip Prov. Jatim dapat segeramenyiapkan buku dongeng dan cerita kepada kab/kota agar diberikan di taman posyandu yang sudah terbentuk 10.927. Kita berharap gerakan ini bisa terjalin dengan baik sehingga sarana mendongeng ini bisa membangun anak-anak Indonesia lebih baik dan berkualitas,” terangnya.

Dalam laporannya, Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Jatim A. Mudjib Afan mengatakan, saat ini kebiasaan mendongeng kepada anak di masyarakat dari waktu ke waktu mulai pudar karena pengaruh teknologi informasi yang begitu besar.

Baperpus dan Arsip Prov. Jatim menilai, bahwa mendongeng merupakan sarana untuk meningkatkan imajinasi dan kecerdasan anak sekaligus memberikan pengenalan kepada tokoh-tokoh sejarah dan dongeng agar anak memahami dan meneladani isi dari dongeng tersebut. “Kami bekerja sama dengan PKK untuk lebih menggiatkan gerakan membacakan buku pada anak menjelang tidur (mendongeng) karena PKK dalam tugas pokoknya telah mendampingi masyarakat hingga ke daerah pelosok,” imbuhnya.

Ke depan, Baperpus dan Arsip akan menugaskan pustakawan untuk mengembangkan imajinasi dengan menulis serial dongeng. Salah satunya, menulis tentang tokoh daerah, sejarah daerah, tokoh dongeng.

Senada dengan hal tersebut, Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemprov Jatim dalam gerakan membacakan buku pada anak menjelang tidur atau mendongeng patut diapresiasi.

Menurutnya, melalui gerakan ini akan secara otomatis mengkampanyekan kembali membangun kedekatan antara orang tua dengan anak. Kasus pelecehan seksual anak merupakan bukti kurangnya perhatian orang tua kepada anak.

Kebiasaan berdialog dan tanya jawab akan tercipta jika dari kecil sudah terbiasa di dongengkan menjelang tidur, karena dengan dongeng anak akan mudah menjalin komunikasi dengan orang tua, melalui tokoh dongeng, jalan cerita hingga arti yang disampaikan.

Kak Seto sapaan panggilannya menambahkan, mendongeng juga merupakan sarana efektif menjalin dialog secara baik antara orang tua dan anak. Selain itu, manfaatmendongeng dapat digunakan sebagai menjaring apirasi dankomunikasi antara anak dan orang tua, menjaring aspek kelebihan anak, melatih kemampuan berbicara, kreatifitas anak,perkembangan emosi serta perkembangan moral.

“Apa yang dilakukan di Jatim ini, harus menjadi gerakan nasional yang didukung oleh semua pihak. Kami akan membawa pesan ini kepada Presiden. Bahkan jika dimungkinkan kegiatan ini bisa dicanangkan pada peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli  2014. (Eri)