03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Ironis, Peringatan Hari Lingkungan Justru Bikin Sampah Berserakan

Sampah berserakan di acara peringatan Hari Lingkungan Hidup se Jatim.
Sampah berserakan di acara peringatan Hari Lingkungan Hidup se Jatim.

Surabaya, KabarGress.Com – Kota Surabaya mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Kemah Hijau yang digelar Badan Lingkungan Hijau (BLH) Provinsi Jatim dalam rangka hari Lingkungan Hidup yang jatuh setiap 5 Juni.

Untuk 2014, gelaran akbar bagi aktivis dan pemerhati lingkungan se Jatim ini diadakan di lapangan Pantai Kenjeran lama pada 22 Juni- 25 Juni 2014. Ratusan pelajar dari sekolah penerima adiwiyata menghuni puluhan tenda yang disediakan panitia.

Namun sangat disayangkan, dalam sebuah kegiatan berskala provinsi yang pastinya menghabiskan anggaran ratusan juta atau bahkan mungkin milyaran rupiah mengingat ada beberapa pihak swasta yang menjadi sponsor acara ini, tak ada perubahan perilaku yang signifikan dalam penyelamatan lingkungan hidup.

Hal ini tampak dalam aktivitas mendasar dalam upaya menyelamatkan lingkungan yaitu “BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA”. Dalam pengamatan media ini, usai acara penutupan kemah hijau yang dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo, berceceran sampah mulai dari plastik, gelas dan botol air mineral hingga kotak nasi di sekitar area. Padahal di berbagai sudut tenda dan area kemah telah disediakan tempat sampah berukuran besar.

Menanggapi perilaku undangan yang sebagian besar merupakan aktivis lingkungan di berbagai daerah di Jatim namun kurang memiliki kesadaran dalam membuang sampah pada tempatnya, Ketua Komunitas Jurnalis Lingkungan Hidup Indonesia, Teguh Ardi Srianto mengaku sangat kecewa.

“Harusnya tak perlu bertindak besar dalam menyelamatkan lingkungan. Kita membuang sampah pada tempatnya saja sudah sangat berarti. Sungguh sayang biaya yang besar ternyata tak efektif dalam mengubah kebiasaan bangsa kita,” papar Teguh.

Lebih lanjut Teguh menghimbau semua pihak untuk lebih mengampanyekan perilaku BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA untuk menyelamatkan bumi ini sebelum semakin rusak.

“Jadi sebelum kita bicara hal yang besar dalam penyelamatan lingkungan seperti memisah, memilah dan mendaur ulang sampah atau 3 R, kita semua berubah dulu saja untuk disiplin membuang sampah pada tegasnya,” pungkas mantan reporter radio SS yang dikenal kritis terhadap kebijakan Pemkot Surabaya ini. (ro)