31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

COP, Program yang Mengajak Mahasiswa Peduli Masyarakat

IMG_20160725_145304-1024x768Mojokerto, KabarGRESS.com – Community Outreach Program (COP) atau lebih dikenal masyarakat program Kuliah Kerja Nyata (KKN), bertujuan mengajak para mahasiswa untuk lebih peduli terhadap warga masyarakat terutama untuk pembangunan baik itu secara fisik dan nonfisik.

“Dalam COP ini, para mahasiswa akan mengerjakan proyek fisik dan nonfisik bersama warga sesuai kebutuhan sehingga proyek di setiap lokasi berbeda. Kami berharap dengan status sosial yang berbeda, alumni bisa peduli karena melalui program ini mahasiswa belajar langsung di masyarakat,” ungkap Rektor UK Petra, Prof. Ir. Rolly Intan, M.ASc. Dr. Eng.,¬†kepada wartawan, di sela-sela kegiatan COP di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (25/7/2016).

Menurut Rolly, dalam kegiatan tersebut tidak hanya diikuti dari mahasiswa UK Petra saja namun mahasiswa dari delapan negara akan mengerjakan proyek fisik dan nonfisik bersama warga lokasi COP.

“Kami sudah mendapatkan pengakuan dari Dikti karena dianggap program ini bisa menjadi percontohan bagi yang lain. Saat ini, Dikti juga mendorong semakin banyak mahasiswa asing datang ke Indonesia,” katanya.

IMG_20160725_105054-1024x768Ketua tim peserta COP UK Petra 2016 di Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo,  Raynald Andhika, mengatakan proyek fisik yang dikerjakan diantaranya pembuatan gapura masuk desa, mempercantik gedung sekolah PAUD, perbaikan bak air dan sistim perpipaan untuk distribusi air.

“Untuk non fisiknya berupa program penyuluhan desa wisata, program kesehatan lingkungan dan penyuluhan pemanfaatan potensi desa,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Jembul, Suyitno, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta COP karena telah membantu warga desa terutama dengan adanya pembangunan gapura dan penataan pipa air bersih.

“Terimakasih atas bantuan ini karena inilah yang sangat dibutuhkan warga, desa kami dikelilingi hutan, desa terdekat yakni Desa Manting sekitar 3,5 km di sebelah utara,” ujarnya didampingi Samsul Huda yang juga salah satu perangkat desa.

IMG_20160725_111258-1024x768Ia mengatakan, segala bantuan yang diberikan pada kegiatan ini sangat berguna bagi warga masyarakat karena warga masyakat yang ada di desa ini masih membutuhkan bantuan tersebut. “Baik itu perbaikan fisik dan nonfisik sangat kami butuhkan untuk pembangunan yang ada di desa ini. Sekali lagi kami mengucapkan banyak terima kasih,” katanya.

Disebutkan Suyitno, ada potensi destinasi wisata menarik yang akan dikembangkan desanya, yakni air terjun Kabejan. “Memiliki tinggi sekitar 20 meter. Dan kami telah merintis lahan parkir yang nyaman bagi pengunjung. Kalau hari libur khususnya hari Minggu banyak yang berkunjung,” terangnya.

Hasil pertanian yang potensial juga banyak terutama porang, kopi, petai, alpukat, maupun durian.

Samsul Huda menambahkan, desanya terdiri dari 91 KK atau sebanyak 308 jiwa. “Kebanyakan memang pendatang dan ketika tahun 1977 atau awal mulanya hanya 28 KK,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jatidukuh, Nanang Haryanto, SH, yang juga ditempati program COP, mengaku program ini sangat positif. “Masyarakat kami semakin termotivasi dengan program ini. Diantaranya tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Juga anak-anak mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat dari para mahasiswa program COP,” terangnya.

Ada 15 rumah penduduk di wilayahnya yang ditempati menginap mahasiswa. Masing-masing rumah ada 2 mahasiswa. “Kami sangat berterimakasih telah mendapatkan kehormatan sebagai lokasi program COP,” pungkasnya.

Tsui Wing, mahasiswi Hong Kong Baptist University, mengaku sangat senang dapat mengikuti COP. Yang berkesan selama di Desa Jembul terutama melimpahnya air. “Masyarakat yang baik dan ramah juga sangat menyenangkan,” ujarnya. (ro)