18/01/2021

Jadikan yang Terdepan

BPS Jatim Siapkan 5.500 Petugas Sukseskan Sensus Ekonomi 2016

Kepala BPS Jawa Timur, M Sairi Hasbullah, ketika sosialisasi Sensus Ekonomi 2016, yang diikuti 1.500 pelaku ekonomi di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu 29 Nop 2015Surabaya, KabarGress.Com – Sensus Ekonomi tahun 2016 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur dilakukan selama 10 tahun sekali. Dari data tersebut, banyak hal baru yang dapat diperoleh, diantaranya adalah data usaha informal yang saat ini telah berjalan dan mulai berkembang. Maka dari itu, kegiatan ini adalah kegiatan monumental yang terus diupdate saban 10 tahun sekali.

“Dari hasil sensus ini, kita dapat melihat perkembangan perekonomian nasional dan regional. Contohnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kita dapat melihat jumlah usaha, hasil produk dan perputaran uang yang ada saat ini,” ungkap Kepala BPS Jawa Timur, M Sairi Hasbullah, ketika sosialisasi Sensus Ekonomi 2016, yang diikuti 1.500 pelaku ekonomi di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (29/11/2015).

Kata dia, seluruh unit usaha akan didata, mulai dari skala mikro kecil rumah tangga hingga usaha skala besar makro. Karena, saat ini, banyak jenis usaha yang saat ini sedang berkembang, contohnya, go-jek dan usaha-usaha yang berbasis online lainnya. “Namun, kita tidak mendata usaha yang berkaitan dengan bidang pertanian,” ungkapnya.

Ada beberapa jenis jumlah usaha yang akan disensus ekonomi oleh BPS, diantaranya adalah jenis usaha mikro atau kecil, jenis usaha menengah dan jenis usaha makro atau usaha dengan skala yang besar. Terkait teknis pendataan sensus ekonomi yang akan diadakan nantinya menggunakan sistem jemput bola.

“Kami akan menurunkan tim yang berjumlah 5.500 petugas dan nantinya tugas dari tim tersebut akan mendata usaha yang dilakukan oleh masyarakat. Kami akan turun ke bawah dengan menggunakan sistem door to door,” terang dia.

Lantas dia menjelaskan, jika pada tahun 2016 mendatang, sensus ekonomi akan dilaksanakan mulai bulan Mei. Selain itu, BPS Jatim telah menargetkan pada tahun 2016 di bulan Agustus sensus tersebut akan rampung.

“Kami mentargetkan, pada bulan Agustus 2016 mendatang, Presiden dapat mengumumkan hasil sensus ekonomi di semua wilayah yang ada di Indonesia,” ulas dia.

Untuk dapat memaksimalkan program sensus ekonomi tersebut, dia berharap, agar masyarakat dapat membantu program ini sehingga dapat merjalan secara maksimal.

“Sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 16/1997 tentang statistik. Gubernur dan walikota serta bupati wajib membantu dalam kelancaran proses dari program tersebut. Selain itu, kami juga berharap agar masyarakat dapat berperan aktif dalam menyukseskan program ini,” tandasnya. (ro)

Teks foto: Kepala BPS Jawa Timur, M Sairi Hasbullah, memberi keterangan pers terkait sosialisasi Sensus Ekonomi 2016, yang diikuti 1.500 pelaku ekonomi di Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (29/11/2015).