03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Biaya Pendidikan Dorong Inflasi Jatim

JpegSurabaya, KabarGress.com – Biaya pendidikan mendorong inflasi Jawa Timur pada bulan Agustus 2015 mencapai 0,36 persen. Namun demikian inflasi daerah ini masih lebih rendah dari inflasi nasional pada bulan yang sama yang mencapai 0,39 persen. “Bea pendidikan mencuat karena pada Agustus merupakan awal tahun ajaran baru dan masanya orangtua melakukan pembayaran biaya pendidikan anak-anaknya,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, M Sairi Hasbullah, Selasa (1/9/2015). .

Sairi juga menjelaskan bahwa biaya pendidikan yang dimaksud disini hanya sekolah swasta, bukan sekolah negeri. Dikatakan, bea pendidikan merupakan peringkat tertinggi dari 5 kelompok pengeluaran pada bulan Agustus 2015 yang mengalami inflasi.

Setelah bea pendidikan, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi pada bulan Agustus 2015 berikutnya kelompok rekreasi dan olahraga sebesar 1,89 persen, disusul kelompok bahan makanan sebesar 1,31 persen.

Menurut Sairi, dengan tingginya inflasi di biaya pendidikan bisa diartikan masyarakat Jatim masih terbebani biaya tiap awal tahun ajaran baru, dan itu merata di semua tingkatan pendidikan seperti SD, SMP dan SMA.

Sedangkan untuk kelompok bahan makanan, komoditas yang menyebabkan inflasi adalah beras, telur ayam ras, cabai rawit dan daging ayam ras. Untuk beras, lanjut Sairi, disebabkan harga beras di sejumlah pasar kembali mengalami kenaikan.

Untuk inflasi telur ayam ras disebabkan kenaikan harga, dan untuk komoditi cabai rawit dikarenakan adanya kenaikan harga yang disebabkan berkurangnya pasokan di pasaran, ditambah panen yang kurang berhasil serta tingginya permintaan terkait musim hajatan.

Disebutkannya pula, inflasi tertinggi di Jatim pada bulan Agustus 2015 adalah Surabaya, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kediri dan Probolinggo.

Dan yang menarik disampaikan, terkait melemahnya perekonomian dan turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar menyebabkan harga emas turun. “Ini kebiasaan, bukan hukum, dimana setiap dolar naik harga emas turun,” tandasnya. (ro)

Teks foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, M Sairi Hasbullah.