03/12/2020

Jadikan yang Terdepan

Novita’s Gallery Siap Bantu Pasarkan Produk Home Industri dan UMKM

JpegSurabaya, KabarGress.Com – Sebuah gallery bertitel Novita’s Gallery, mulai hari ini resmi dibuka di lobi di Hotel Novotel Surabaya. Outlet tersebut menawarkan berbagai macam produk etnik buatan lokal dan bernuansa tradisional, baik produksi home industri maupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), diantaranya perhiasan dari batu yang cantik, tas tenun, tas batik, guci batik, baju batik dan beberapa aksesoris.

“Harganya bervariasi mulai Rp10 ribu dapat 3 hingga yang berkualitas bagus yang harganya jutaan,” ungkap Novita Zaal-Soeharsono, pemilik Novita’s Gallery, di sela-sela acara launching yang dihadiri beberapa tokoh wanita sosialita.

Menurutnya, barang-barang tersebut didapatkan dari pengrajin di beberapa daerah seperti Madura, Yogyakarta, Solo, juga Cirebon. Kebutuhan sehari-hari seperti perlengkapan mandi, snacks, minuman yang tidak ada di hotel juga tersedia.

“Saya suka traveling dan ketika melihat suatu produk unik di suatu daerah lantas saya beli beberapa. Ini yang kami tawarkan lewat gallery. Kami juga siap membantu pemasaran produsen utamanya home industri maupun UMKM yang ingin mengembangkan usaha. Dan sebagian dari omzet gallery akan kita sumbangkan,” jelas wanita yang sudah lama bermukim di negeri kincir angin Belanda ini.

Sebagai perwakilan yayasan pendidikan anak cacat (YPAC) di luar negeri, Novita Zaal-Soeharsono mengaku sering menerima bantuan dari banyak pihak. “Semuanya teman-teman, baik teman semasa SMP, SMA, hingga teman kuliah, bahkan juga teman dari Belanda yang concern pada anak berkebutuhan khusus (ABK),” tutur alumnus FISIP jurusan Hubungan Internasional Universitas Airlangga ini.

JpegSeperti diketahui, YPAC Surabaya yang berlokasi di Jl Semolowaru Utara V-2A Surabaya itu menampung hampir 100 ABK. Dari jumlah itu, 85 orang diantaranya masuk kategori anak yang layak didik, sedang 15 orang hanya menjalani fisioterapi dan rehab medis.

“Bagi penyandang tuna daksa tapi IQ-nya di atas 90, saat SMP dia sudah bisa masuk sekolah umum yang ada program inklusi. Sedang yang tak bisa apa selain menjalani fisioterapi dan rehab medis adalah mereka yang tuna daksa dan IQ-nya dibawah 45,” ungkap Dra. Wiwiek Teddy, Ketua Umum YPAC Surabaya, yang tampak hadir pula di acara.

Keberadaan Novita’s Gallery di Hotel Novotel ini mendapat sambutan luar biasa dari sejumlah wanita sosialita Surabaya. Diantaranya Maria Dian Marliana Srikaton, istri mantan Pangarmatim yang kebetulan sedang mendampingi suaminya menghadiri sebuah acara di Surabaya.

“Begitu diberitahu Novita bikin gallery ini saya langsung kemari. Usaha ini patut didukung, karena tak semata untuk tujuan komersial,” tegas Puteri Remaja Indonesia 85 ini.

Perempuan yang akrab disapa Ana ini sebelum kembali ke Jakarta, sempat membeli barang koleksi Novita Gallery. “Saya tadi ambil Oseng-Oseng Tuna Asap dan Lempeng Ketan Ngawi buat oleh-oleh teman di Mabes nanti,” ucap Ana yang juga sempat dinobatkan sebagai Ning Suroboyo 1988.

Dua bule asal Belanda, yakni mahasiswa Universitas Den Haag yang sedang menjalani magang 3 bulan di YPAC Surabaya, tampak hadir pula. “Saya sempat coba pakaiannya menarik, mungkin bisa dipakai selama kami di Surabaya,” ujar Lotte Icharlotte yang disambut anggukan temannya, Pernille.

Novita menambahkan, program penjualan ini emang sudah sering Novita lakukan di beberapa kota bahkan negara lain terutama di even-even duta besar negara lain. Namun, untuk program penjualan ini pihaknya tak memiliki target omzet.

“Bagi saya, market share bisnis ini masih relatif, karena saya hanya ingin menjalankan bisnis ini sesuai keinginan saya saja. Dan Alhamdulillah di hari pertama ini di Novotel saya sudah meraup omzet hampir 10 juta. Rata-rata setiap saya menggelar program ini, sekitar seminggu saja saya mampu balik modal, karena banyak yang menyukai barang yang kami tawarkan,” imbuh Novita. (ro)

Teks foto:

  • Novita Zaal (paling kanan), di sela-sela acara launching Novita’s Gallery, di Hotel Novotel Surabaya.
  • Lotte Icharlotte dan Pernille, dari Universitas Den Haag, tampak mencoba baju di Novita’s Gallery.