24/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Pasca Gelar Deklarasi, Pemokrat dan PKS Goyah

Koalisi Mojopahit Optimis Lengserkan RismaSurabaya, KabarGress.Com – Pasca menggelar deklarasi, Soliditas enam partai politik yang tergabung Koalisi Mojopahit terancam bubar. Pasalnya, komitmen yang dibangun masih sebatas penjajakan politik. Politisi Partai Demokrat, Ratih Retnowati, mengungkapkan, dalam dunia politik segalanya bisa berubah setiap saat. “Karena politik kan tidak Statis, satu menit saja bisa berubah. Sehingga kami melihat situasi yang ada,” kata Ratih, Selasa (6/30/2015).

Menurut Wakil Ketua DPRD Surabaya ini, dalam proses penjajakan tersebut masih belum ada langkah konkrit untuk mengusung bakal calon Walikota dan Wakil Walikota. Ia menegaskan, figure calon yang diusung Partai Demokrat akan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat.

“Menyoal hal itu bergantung pada arahan dan instruksi DPP yang akan diturunkan nantinya. Pokoknya pengurus dan kader Partai Demokrat siap mematuhi apapun keputusan DPP,” tegas, Dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Hal senada juga dilontarkan, Politisi asal fraksi PKS, Ahmad Suyanto. Dirinya mengakui, kelemahan Koalisi Majapahit adalah belum adanya bakal calon yang diusung. Ketua fraksi PKS di DPRD Surabaya ini mengaku terbentuknya koalisi bersama enam partai politik, masing-masing Partai Gerindra, PKS, PKB, Golkar, Demokrat dan PAN merupakan dinamika politik dalam menghadapi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya.

“Ini hanya sekedar dinamika politik yang menunjukkan ternyata ada agregasi (kesatuan) politik tanpa meilihat partainya,” ujar Alumnus FTI Institut Tehnologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Namun demikian, Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini mengungkapkan, meski berniat mengusung calon sendiri, tapi semua kemungkinan pada akhirnya bisa terjadi dalam arah koalisi nanti, termasuk diantaranya mengarahkan dukungan ke pasangan Risma – Whisnu. “Koalisi Majapahit nantinya, mungkin saja “ngeblek” (dukung penuh) ke Risma,” katanya.

Ahmad Suyanto menambahkan, alasan mengarahkan dukungan ke incumbent, karena pasangan Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana (WS) elektabilistasnya masih tinggi dibandingkan dengan beberapa bakal calon lain. “Bisa saja nanti partai koalisi ini, dukunganya malah mengarah ke Risma – Whisnu,” pungkasnya. (tur)