05/12/2020

Jadikan yang Terdepan

PLN Distribusi Jatim Pastikan Listrik Selama Ramadhan Aman Terkendali

Pinto RaharjoSurabaya, KabarGress.Com – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur memastikan pasokan listrik selama bulan suci Ramadhan 1436 H di Jawa Timur akan aman terkendali. Karena, sesuai dengan instruksi dari General Manager (GM) PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, dimana kepada seluruh manager area pada saat menjelang ramadhan dihimbau tidak melakukan pemeliharaan terencana jelang maghrib maupun sahur, terutama di tempat-tempat peribadatan.

Deputi Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, mengatakan memasuki ramadhan tahun ini GM PLN Dist. Jatim menginstruksikan kepada seluruh manager area untuk memastikan dan menjamin pasokan listrik terkendalai selama ramadhan hingga jelang lebaran nanti.

“Selama ramadhan beban puncak di siang hari tidak terlalu tinggi masih dikisar 4.700 MW. Sementara daya tampung PLN surplus mencapai 8.600 MW, surplus listrik inilah yang dipastikan pasokan listrik selama ramadhan hingga lebaran terkendali,” ujarnya kepada wartawan, di Ruang Teras Infor Humas PLN Dist. Jatim, Rabu (17/06/15).

Ia menjelaskan, setiap tahun terutama menjelang ramadhan dan lebaran PLN Dist. Jatim menghandalkan gardu gardu induk untuk terus dioptimalkan guna kelancaran distribusi energi listrik ke seluruh pelanggan PLN di Jawa Timur. “Kami akan mengoptimalkan jaringan jaringan listrik yang mensuplai ke masjid maupun musholla,” ujar Pinto Raharjo.

Saat ditanya bagaimana jika tetap terjadi pemadaman disaat ramadhan, Pinto mengatakan, jika hal itu terjadi PLN langsung sigap dan tanggap serta cepat menerjunkan petugas PLN untuk memperbaiki aliran listrik yang padam sehingga tidak sampai menggangu pelanggan.

“Terutama jelang adzan maghrib dan makan sahur, PLN akan menjada pasokan listrik tetap aman agar masyarakat dapat khusuk menjalankan ibadah puasa,” imbuhnya. (ro)

Teks foto: Deputi Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo.