KPU: Anggaran Sosialisasi Pemilu Capai Rp5 Miliar

Surabaya, KabarGress.Com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya mengalokasikan anggaran cukup besar untuk sosialisasi pemilihan walikota (Pilwali) Surabaya 2015. Dari total anggaran 71 miliar untuk penyelenggaraan pilwali, KPU menyediakan uang sebesar Rp5 miliar untuk memberikan informasi seputar pilwali kepada masyarakat Surabaya.

Komisioner KPU Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Informasi Nur Syamsi menerangkan, sosialisasi kepada masyarakat dilakukan dengan dua cara. Yakni dengan media massa dan sosialisasi langsung melalui papan reklame atau baleho.

“Sosialsiasi ini dilakukan terhadap masyarakat langsung dan melalui informasi media,” ucapnya dalam acara launching Media Center di Kantor KPU Kota Surabaya Jalan Adityawarman, Selasa (12/5/2015).

Pria kelahiran Lamongan ini menegaskan, sosialisasi langsung kepada masyarakat akan didesain seperti pemasangan baliho atau papan reklame di beberapa titik strategis. Pemasangan iklan ini akan bermitra dengan beberapa perusahaan jasa reklame.

Lebih jauh, alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini memandang, masyarakat Surabaya perlu mengetahui semua proses pesta demokrasi 2015 di Surabaya. Mulai dari tahapan persiapan, pelaksanaan, dan pasca pilwali.

“Jadi pada intinya kami terbuka untuk memberikan informasi seluas-luasanya, supaya masyaraat mendapatkan infromasi tentang kepemiluan,” katanya.

Ketua KPU Surabaya Robiyan Arifin menambahkan, keberadaan media center akan mempermudah untuk mendapatkan informasi. Prinsipnya, KPU Surabaya akan memberikan informasi seluas-luasnya seputar pilwali 2015.

“Saya pribadi terhadap pemberitaan yang tidak benar tidak pernah marah dan tidak sakit hati. Paling hanya ngirimi Fatihah kepada yang bersangkutan,” ucapnya sambil berkelakar.

Pengelola media center KPU Surabaya Yuris mengatakan, KPU sebagai institusi public tidak mungkin menutup diri dari publik. Apalagi masyarakat mendapatkan informasi. Dia berharap, kedepan media center KPU Kota Surabaya menjadi pusat data dan menjadi rujukan penyelenggaran pemilukada.

“Harapannya terjadi kerjasama yang baik antara wartawan dan KPU supaya masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” terangnya. (tur)

Leave a Reply


*