02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

“Museum Majapahit Exhibition”; Kejayaan Kerajaan Majapahit di Trowulan

Pendopo-agung-trowulanSurabaya, KabarGress.Com – Indonesia kaya akan keragaman warisan sejarah, seni dan budaya yang tercermin dari koleksi yang terdapat di berbagai museum di Indonesia. Salah satunya adalah Museum Majapahit di Trowulan yang koleksinya merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit dan juga peninggalan arkeologi dari masa kerajaan-kerajaan besar di Jawa Timur seperti Kerajaan Kediri, dan Kerajaan Singhasari. Nilai sejarah yang tinggi dari warisan Majapahit ini yang menarik House of Sampoerna (HoS) untuk bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto menggelar pameran ”Museum Majapahit” pada 11 Mei – 05 Juni 2015 di Museum HoS.

Sejarah awal kota Surabaya tidak dapat lepas dari sejarah Kerajaan Majapahit. Saat pasukan Raden Wijaya berhasil menakhlukan pasukan TarTar atau Mongol dari China yang telah menduduki pelabuhan Ujung Galuh di tahun 1293, Raden Wijaya membuat tanda kemenangan dengan merubah nama Ujung Galuh menjadi Churabaya, dimana Chura berarti keberanian dan Baya berarti bahaya. Jika digabung akan membentuk keberanian dalam menghadapi bahaya. Raden Wijaya pun dinobatkan menjadi raja pertama dari Kerajaan Majapahit. Ujung Galuh merupakan pelabuhan dwipantara dan satu-satunya pelabuhan niaga Nusantara serta pelabuhan antarbangsa di Jawa Timur, yang terletak di antara Sungai Surabaya (saat ini: Sungai Wonokromo), dan Churabaya inilah menjadi cikal bakal kota Surabaya.

Beberapa koleksi yang diusung adalah replika tempat menyimpan uang dalam bentuk binatang Celeng yang merepresentasikan pandangan masyarakat Majapahit saat itu yang sudah memiliki pemikiran sarana untuk menabung, Bejana, Kendi Susu, dan koleksi lainnya yang disajikan dalam bentuk karya foto seperti koleksi Arca Garudeya yang menceritakan asal mula burung Garuda menjadi kendaraan Dewa Wisnu yang diperkirakan arca ini merupakan perwujudan Dewa Airlangga, koleksi alat-alat keagamaan seperti Guci Amertha yang digunakan sebagai tempat air suci kehidupan saat melakukan upacara keagamaan, dan Genta yang digunakan sebagai tanduk untuk memulai upacara keagamaan.

Museum Majapahit merupakan museum arkeologi yang terletak di kawasan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Trowulan merupakan sebuah ibukota kerajaan ketika Majapahit mencapai puncak kejayaan. Namun sekarang Trowulan hanyalah sebuah desa yang menyisakan berbagai aktivitas manusia di masa lalu.

Meskipun Kerajaan Majapahit telah hancur tetapi peninggalannya yang bernilai masih tersebar di Trowulan. (ro)

Teks foto: Pendopo Agung Trowulan, salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang banyak dikunjungi para wisatawan.