24/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Ajaran Radikalisme dan ISIS Menjerumuskan Umat, Waspadahlah!

pengajianMagetan, KabarGress.Com – Bukti-bukti gerakan radikalisme sangat merugikan umat, sudah kelihatan jelas. Umat berharap ada ketenteraman dan kedamaian, tetapi gerakan dan pengaruh radikalisme justru sebaliknya membawa keresahan dan perpecahan umat. Karena itu, umat jangan sampai terjerumuskan dengan gerakan dan pengaruh the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), termasuk gerakan-gerakan radikalisme semacamnya. Sejak dini umat harus tetap waspada terhadap gerakan-gerakan mereka.

“Jangan terjerumus ke dalam pengaruh dan gerakan radikal dan ISIS,” kata KH Mashudi, mubalig asal Kediri Jawa Timur saat pengajian umum peringatan Isro’ Miroj di Desa Tanjung Kec Bendo Kab Magetan, Jumat (1/5).

Menurutnya, gerakan ISIS dan radikalisme semacamnya, sudah ditumpangi dengan kepentingan politik. Mengatasnamakan kepentingan agama maupun umat Islam dengan tujuan meraih kekuasaan dan tujuan tertentu.

Islam itu agama indah. Agama yang mengajarkan ketenteraman dan kedamaian. Islam tidak suka kekacauan. Tujuan Islam kerukunan hidup bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara. Negara Baldatun thoyibatun wa robbun Ghofur, itu harapan umat Islam. “Islam itu indah dan kerukunan bermasyarakat berbangsa dan bernegara harus diciptakan agar kondisi nyaman,” tutur Kyai Mashudi.

Menyikapi situasi jaman seperti saat ini, Mashudi mengingatkan agar kebijakan pemerintah yang positif didukung agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dilecehkan dan diinjak oleh negara asing. Banyak orang asing yang menginginkan NKRI runtuh, terpecah belah, sehingga mudah mengusai baik Indonesia baik secara idiologis, ekonomi dan sumber dayanya. “Kita harus mendukung semua kebijakan pemerintah agar NKRI tidak diinjak-injak oleh negara asing,” tuturnya.

Di pengajian yang dihadiri masyarakat, tokoh masyarakat, muspika dan lainnya tersebut, Mashudi mengajak agar masyarakat menjalankan tuntunan Al Qur’an dan tuntunan Nabi Muhamad SAW dengan benar. Sering membaca Al Qur’an. Jangan tingalkan perintah sholat 5 waktu dalam keadaan apapun. “Apabila manusia ingin hidup berkecukupan, maka melaksanakan perintah Allah dengan sebaik-baiknya. Sholat lima waktu jangan ditinggalkan,” tandasnya.

Tanda-tanda kiamat, kata Mashudi, sudah terlihat. Misal salah satunya terlihat laki-laki berpenampilan layaknya perempuan atau sebaliknya perempuan berpenampilan layaknya pria.

Belum lagi kemerosotan moral yang semakin memprihatinkan. Kemaksiatan ada dimana-mana. Banyak orang yang sudah tidak mengindahkan ajaran agama. Mereka justru banyak membuat kerusakan di bumi.

Terkait dengan tradisi yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, sepanjang tradisi itu baik tidak bertentangan dengan ajaran agama, tidak perlu dipertentangkan. Misal tradisi selamatan, tahlil dan lainnya yang bertujuan untuk memohon pengampunan dari Allah SWT,
adalah tradisi yang baik. Pengajian umum pun merupakan tradisi yang perlu terus ditumbuhkembangkan. Karena pengajian seperti ini mengajak umat untuk berbuat baik. Mengajak umat untuk benar-benar menjalankan ajaran agama sesuai tuntutan Al Qur’an dan tuntunan Nabi Muhamad.

“Pengajian semacam ini sebaiknya jangan di tempat umum, lebih baik di tanah lapang agar masyarakat umum bisa hadir untuk mengikuti pengajian,” ujarnya. (*)

Teks foto: Suasana pengajian di Desa Tanjung Kec. Bendo.