24/10/2020

Jadikan yang Terdepan

PLN Distribusi Jatim Ajak Pemkot Surabaya Tuntaskan Problem Kelistrikan

Pinto RaharjoSurabaya, KabarGress.Com – Pertumbuhan ekonomi kota Surabaya dewasa ini berdampak besar terhadap ketersediaan tenaga listrik. Dan problem peningkatan layanan listrikpun harus dicarikan solusi bersama instansi terkait.

 

“Listrik bukan semata-mata masalah PLN namun menjadi problem kita bersama. Dan tingkat konsumsi listrik di Surabaya menunjukkan peningkatan signifikan. Karena itulah kita sangat berkepentingan menjelaskan kondisi riil khususnya kepada pemerintah kota. Sebab jika tidak dipecahkan mulai sekarang bukan tidak mungkin 2 atau 3 tahun mendatang kondisi kelistrikan kota Surabaya akan mengalami krisis,” ungkap Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, Senin (23/2/2015).

Menurut Pinto, ada 4 masalah krusial yang perlu segera disampaikan ke pemkot Surabaya. Yakni; Pelaksanaan pekerjaan tower 150KV di lokasi terminal Purabaya; Ijin pemanfaatan lahan di Kelurahan Bulak; Ijin melaksanakan pekerjaan pemasangan kabel tanah 150KV di Gardu Induk Kedinding; Ijin pembangunan transmisi 150KV dari Wonorejo ke Mulyosari.

Empat poin ini sebenarnya pekerjaan Unit Induk Pembangunan (UIP) VII. Dan UIP VII ini berkoordinasi dengan PLN Distribusi Jatim. “Mereka yang membangun, kami di Distribusi yang menjual listriknya,” jelas Pinto.

“Kita sudah mengirim surat secara resmi kepada pemerintah kota untuk menyampaikan kondisi kelistrikan di Surabaya yang membutuhkan perhatian sangat segera. Namun belum tahu kapan kita akan diterima untuk audiensi,” tukasnya.

Jajaran pejabat PLN yang akan menghadap Walikota, meliputi General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, IBG Mardawa Padangratha, Manajer Perencanaan, Sudjarwo, Manajer Area Surabaya Selatan, Saleh Siswanto, Manajer Area Surabaya Utara, Arif Mudhari, serta General Manager Unit Induk Pembangunan VII, Roberton Manurung. (Ro)

Teks foto: Pinto Raharjo menunjukkan surat permohonan bertemu dengan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.