02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Apartemen; Solusi Hunian Akibat Keterbatasan Lahan Hingga Ladang Investasi Baru

Apartemen Sebagai Solusi Keterbatasan Lahan di PerkotaanSurabaya, KabarGress.Com – Tidak bisa dipungkiri, mulai menjamurnya apartemen di kota Surabaya menjadi fenomena tersendiri seiring laju kepadatan penduduk dan dinamika urbanisasi. Sebab, tingkat kepadatan penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan akan lahan hunian yang kian sempit dan melejit harganya. “Sebenarnya apartemen sudah mulai ada di Surabaya sejak 25 tahun lalu namun pada saat itu kurang mendapat respon, bahkan ada pembangunan yang sampai terhenti. Baru 5 tahun terakhir ini, mulai 2009 hingga 2013, dimana permintaan, pasokan dan juga harga terus meningkat,” ungkap Head of Surabaya Office Jones Lang LaSalle (JLL), Joseph Lukito, di sela-sela acara Media Group Discussion “Apartemen Sebagai Solusi Keterbatasan Lahan di Perkotaan”, bertempat di Auditorium Spazio Lantai 2 Spazio, Jl Mayjen Yono Soewoyo Kav. 3, Selasa (24/2/2015).

Menurutnya, mencari lahan pemukiman di Surabaya merupakan hal yang sulit dikarenakan keterbatasan lahan dan harga lahan pemukiman yang kian melejit. Tata ruang kota sudah sangat padat dan daerah resapan air juga terus berkurang. Sementara itu, tuntutan untuk pembangunan pemukiman terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk kota Surabaya. Tuntutan inilah yang membuat gencarnya pembangunan vertikal di Surabaya.

“Peluang inilah yang kemudian ditangkap oleh pengembang dengan mendirikan apartemen berbagai segmen. Para pengembang cukup optimis pasar apartemen akan terus membaik. Selain itu, apartemen juga telah menjadi alternatif investasi yang menguntungkan baik dari hasil sewa maupun peningkatan harga,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat bisnis nasional, Kresnayana Yahya, mengatakan pertimbangan konsumen memilih apartemen sebagai tujuan investasi karena nilai hunian ini memiliki nilai lebih.

Menurut lembaga riset properti, pada 2017 terdapat 16.971 unit apartemen baru. Sebanyak 96,3 persen diantaranya merupakan apartemen strata. Konsumen apartemen terdiri dari dua end user (pengguna akhir) serta investor/spekulan.

Sedangkan arsitek berkelas internasional, Syarief Santoso, mengungkapkan harus ada perencanaan matang dalam menata pemukiman di perkotaan seperti Surabaya. “Contoh di negara lain sudah banyak dimana masalah utilitas seperti penyaluran air bersih, listrik, telepon sudah didesain secara baik sehingga pembangunan apartemen benar-benar bisa menjadi solusi di keterbatasan lahan,” ujarnya.

Sayangnya, masalah kepemilikan tanah dalam hal ini bidang agraria akan menjadi kendala tersendiri. “Sebagai contoh di negara lain kan tanah menjadi milik pemerintah sehingga dalam membangun lebih mudah,” imbuhnya. (ro)

Teks foto: Pengamat bisnis nasional, Kresnayana Yahya (paling kiri), arsitek berkelas internasional, Syarief Santoso, Head of Surabaya Office Jones Lang LaSalle (JLL), Joseph Lukito serta Vice President Director and Chief Operating Officer of PT Intiland Development Tbk, Ir. Sinarto Dharmawan, di sela-sela acara Media Group Discussion “Apartemen Sebagai Solusi Keterbatasan Lahan di Perkotaan”, bertempat di Auditorium Spazio Lantai 2 Spazio, Jl Mayjen Yono Soewoyo Kav. 3, Selasa (24/2/2015).