22/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Hilo Green Community dan KJPL Indonesia Rajin Hijaukan Mangrove Pamurbaya

Mangrove 6Mangrove 7Hilo mangrove 1Hilo mangrove 2Hilo mangrove 3Surabaya, KabarGress.Com – Ratusan aktivis lingkungan tergabung dari beberapa organisasi, bersatu melakukan aksi bersama menghijaukan kawasan Konservasi Hutan Mangrove di Pantai Timur Surabaya, Minggu (28/09/2014). Aksi bersama itu dilakukan Hilo Green Community dan Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia, dengan menanam 300 lebih bibit mangrove di sepanjang pesisir Timur Kota Surabaya.

Development Hilo Green Community, Ayu Meivitasari, mengatakan aksi penanaman itu dilakukan sebulan sekali, mulai bulan Agustus lalu. “Kita melakukan aksi tanam mangrove ini rutin diminggu 3 atau 4 tiap bulan, dan terus berpindah lokasi titik penanamannya, sampai semua kawasan Pantai Timur Surabaya hijau,” jelas Ayu pada KJPL Indonesia.

Menurut Ayu, selain melakukan aksi tanam mangrove, tim Hilo Green Community juga membersihkan sampah-sampah yang menempel di akar-akar mangrove. “Kalau tidak dibersihkan dikhawatirkan akan banyak mangrove yang mati sesudah ditanam,” ungkapnya.

Selain itu, untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke kawasan pesisir laut, Hilo Green Community juga berupaya membuat jaring pengaman sampah laut yang diprogramkan dalam “konco mangrove”. “Dengan program itu, kita berharap sampah yang masuk ke kawasan hutan mangrove bisa berkurang dan bisa dibersihkan setiap hari, karena sampah-sampah tertahan di jaring pengaman yang akan kita pasang secara swadaya untuk membantu para petambak dan nelayan di Pamurbaya,” papar Ayu.

Ditambahkan Ayu, langkah itu dilakukan, karena kalau harus menunggu pemerintah atau lembaga lain terlalu lambat dan akan mengancam kondisi mangrove di Pamurbaya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan – KJPL Indonesia, Teguh Ardi Srianto, mengatakan organisasinya sangat mengapresiasi positif upaya dan semangat dari para generasi muda yang tergabung dalam Hilo Green Community. “Ini langkah luar biasa dari para generasi muda, harus didukung penuh, dan harusnya generasi tua malu dengan aksi-aksi nyata dari mereka. Jangan sekedar bicara dan menyalahkan anak muda, tanpa pernah tahu dan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyelamatan lingkungan,” kata Teguh.

Ditambahkan Teguh, harusnya upaya-upaya penyelamatan lingkungan, khususnya di Kawasan Pesisir Timur Surabaya, jadi tanggung jawab bersama warga Surabaya, untuk itu dia berharap, warga Surabaya selalu mendukung upaya perbaikan lingkungan yang dilakukan beberapa aktivis lingkungan di Surabaya.

“Organisasi kami, tidak hanya mendukung publikasi ke media massa dalam setiap aksi penyelamatan lingkungan, tapi para jurnalis yang tergabung dalam KJPL Indonesia juga sudah sangat sering turun langsung melakukan aksi bersama untuk perbaikan lingkungan dengan swadaya masing-masing dan semampu kami,” tutur Teguh.

Menurut Teguh, harusnya pemerintah atau sektor swasta tidak menutup mata dengan aksi-aksi yang terus dilakukan organisasinya bersama kelompok pemerhati dan penyelamat lingkungan lainnya. “Jangan hanya bicara kalau mau berbuat untuk perbaikan lingkungan, tapi ya harus turun bersama melakukan aksi nyata dan dukungan nyata pada para aktivis lingkungan, agar kami jauh lebih bersemangat,” ajak Teguh.

Rencana bulan depan juga akan digelar kegiatan penanaman pembersihan sampah yang menempel di akar mangrove, untuk mengurangi jumlah mangrove yang mati sesudah dilakukan proses penanaman.

Sedangkan Vania Santoso, duta lingkungan yang tampak ikut berpartisipasi dalam kegiatan kali ini, mengingatkan masyarakat agar tidak berhenti kepada gebyar penanaman mangrove saja. “Harus dilanjutkan dengan kegiatan perawatannya juga. Dan di rumahpun juga harus aktif menjaga lingkungan dengan menanam tanaman sebagai upaya penghijauan,” tukasnya. [KJPL/ro]