03/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Masduki: Fraksi Lain Harus Belajar Banyak dari PKB

Masduki Toha
Masduki Toha

Surabaya, KabarGress.Com – Pernyataan tegas disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Masduki Toha, menyikapai statemen yang disampaikan anggota F-PKS ReniAstuti yang menyatakan bahwa pembentukan alat keengkapan dewan dapat dilakukan menggunakan tata tertib (tatib) lama.

Menurut Masduki, terkait pembentukan alat kelengkapan dewan sebenarnya sudah dibahas dalam rapat pimpinan (rapim). Oleh karena itu, ia menyesalkan sejumlah anggota dewan yang justru mengumbar statemen yang bukan-bukan di hadapan media.

“Kalau sudah diputuskan bersama, jangan membuat opini di media. Ini kan kesannya kemudian ketua yang salah dalam hal ini,” ujar Masduki Toha, Juamt (19/9/2014).

Masduki mengungkapkan, dalam rapim yang juga dihadiri sejumalh ketua fraksi tersebut memang sempat terjadi berdepatan yang cukup panjang. Namun semua permasalahan dapat diselesaikan dan semua peserta yang hadir iku tanda tangan.

“Kemarin dari F-PKS yang hadir itu pak Yanto (Akhmad Suyanto). Tapi kenapa sekarang yang protes kok saudari Reni Astuti. Ada apa ini? ini kan namanya  tidak fair. Kalau pak Sutadi (F-Gerindra) yang ngomong saya hormat, karena beliau ikut hadir,” sesalnya.

Menurutnya, dalam tatib lama ditemukan sejumlah kesalahan yang harus diperbaiki. Misalnya dalam pasal 67 yang secara jelas disebutkan, bahwa untuk pansus tata tertib strukturnya tanpa ada sekretaris atau hanya ketua. Anehnya, kemarin yang memprotes adalah Akhmad Suyanto, yang tidak lain adalah mantan wakil ketua dewan.

“Itu kan tidak nyambung. Dia kan dulu wakil ketua. Mestinya ada yang salah waktu itu dia yang mengoreksi bukan periode anggota dewan yang baru sekarang,” sindir politisi yang dikenal vokal ini.

Tidak hanya itu, positisi dari partai kebangkitan bangsa (PKB) ini juga mennatng sejumlah pihak yang protes. Mengingat saat rapat penetapan susunan pansus tata tertib dirinya yang memimpin.

“Teman-teman saya warning. Agar komunikasi antara ketua fraksi dengan anggotanya itu sejalan,” ingatnya.

Ditanya apakah komentar yang disampaikan sejumlah anggota dari berbagai tersebut merupakan imbas dari bocornya susunan alat kelengkapan yang ada di dewan, Masduki Toha enggan menjawabnya. ia hanya berpesan fraksi yang lain dapat belajar banyak dari partainya.

“Dulu lima tahun PKB tidak dapat kursi loh tidak apa-apa. Padahal waktu itu jumlah kursi PKB lebih banyak dari PDS. Tapi faktanya, kan PDS yang lebih banyak mendapatkan posisi penting. Waktu lima tahun kemarin ada pembelaaran bagi kita semua,” sungut politisi dari Surabaya barat itu. (Tur)