25/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Reni Astuti Tantang Masduki Toha Debat Terbuka

Reni Astuti
Reni Astuti

Surabaya, KabarGress.Com – Tidak terima dirinya dituding mengumbar opini yang keliru oleh Masduki Toha, politisi perempuan asal FPKS Reni Astuti balik tantang untuk debat terbuka soal opini pembentukan alat kelengkapan dewan yang diwacanakan harus menunggu selesainya tatib yang baru.

Merasa dirinya pada posisi yang benar karena mengacu kepada aturan dan surat edaran Mendagari tentang pembentukan ketua difinitf, alat kelengkapan dewan dan tata tertib, Reni Astuti anggota DPRD Surabaya asal FPKS membantah bahwa dirinya telah melontarkan opini public.

“Tidak benar jika saya yang dikatakan telah melontarkan opini public terkait posisi Tatib dan pansus yang baru terbentuk, justru saya sedang menanggapi opini yang menurut hemat saya salah, yakni alat kelengkapan dewan hanya bisa dilakukan jika Tatib dewan telah selesai, karena tanpa tatib yang baru, sesuai surat edaran Mendagri boleh dilakukan dengan menggunakan tatib lama,” jawabnya. (19/9/2014) pukul 20.01 wib

Dirinya juga memahami, lanjut Reni, bahwa periode kali ini telah bertambah fraksi baru yakani PAN, Gerindara dan Handap sehingga akan merubah dan menambah sejumlah kalimat di tatib yang baru, namun bukan berarti menghalangi proses pembentukan alat kelangkapan dewan, karena tidak merubah hal-hal yang dianggap krusial.

Wacana soal pembahasan APBD 2015 tidak dibahas hanya karena menunggu kinerja pansus Tatib, diatanggi salah oleh Reni, karena jika ingin segera membahasnya, ketua bisa langsung mengambil kebijakan untuk membentuk alat kelengkapan dewan tanpa harus menunggu selesainya Tatib yang baru.

“Jika ingin segera melakukan pembahasan soal APBD 2015, tidak perlu harus menunggu kerja pansus Tatib yang telah diberikan waktu selama 60 hari, cukup dengan ketua difinitif mengambil sikap untuk langsung melakukan pembentukan alat kelengkapan dewan, karena itu sah dan legal sesuai surat edaran Mendagri, lantas apa dan siapa yang bisa dianggap menghambat,” urainya.

Via ponselnya, Reni juga mengatakan bahwa Masduki Toha dianggap mengacuhkan surat edaran Mendagri sehingga terkesan bersikukuh dengan opini yang telah terbentuk, yakni pembahasan APBD 2015 harus menunggu selesainya kerja pansus Tatib.

“Saya tidak tau, apakah pak Masduki mengacuhkan atau tidak mengerti soal keberadaan surat edaran Mendagri yang isinya membolehkan melakukan pembentukan alat kelengkapan dewan tanpa tatib yang baru, tetapi cukup mengaci kepada Tatib yang lama,” tegasnya.

Terkesan merasa tersinggung, Reni Astuti juga menantang Masduki Toha untuk berdebat secara terbuka terkait keberadaan Tatib dewan jika dikaitkan dengan pembentukan alat kelengkapan dewan.

“Sekali lagi, saya tidak mau dianggap sebagai pelontar opini, karena sejatinya saya hanya menanggapi sekaligus meluruskan atas kebenaran yang sesuai aturan, untuk itu saya menantang pak Masduki Toha untuk berdebat soal ini dihadapan umum terutama wartawan, agar kami berdua bisa menyampaikan argumentasi masing secara elegan,” tantang Reni. (Tur)