30/01/2021

Jadikan yang Terdepan

DPC Partai Hanura Sidoarjo Peduli Pengrajin Batik

Partai Hanura Kabupaten Sidoarjo konsisten membangun konsep ekonomi kerakyatan. Lewat berbagai program Hanura berkarya, membangun kewirausahaan para kader partai, termasuk peduli terhadap pengrajin batik.

Sidoarjo, KabarGress.com – Gaung batik Sidoarjo di kancah nasional hingga internasional rupanya tidak diiringi dengan adanya kemauan pemuda untuk jadi pengrajin batik. Tak ayal, sebagian pengusaha batik kesulitan mendapat perajin.

Hal ini disampaikan H M Amri Z Arifin, pemilik Galeri Batik Tulis Sidoarjo “Amri Jaya”, di Jl Pasar Jetis No 25, Sidoarjo.

” Permasalahan kami untuk pengembangan usaha, selain permodalan juga pengrajin batik. Batik di Sidoarjo kekurangan pengrajin karena kurang regenerasi,” katanya, Sabtu 11 kemarin saat ditemui di sela pameran yang difasilitasi DPC Partai Hanura Sidoarjo.

Dia beruntung, pengrajin yang saat ini bekerja untuknya masih bertahan. Dia saat ini dibantu 30 pengrajin yang tersebar di beberapa kecamatan, seperti di Kecamatan Tulangan sebanyak 25 perajin, di Kecataman Candi 5 perajin, dan 5 di workshop.

Amri merupakan generasi kedua dalam usaha batik yang berdiri sejak tahun 1965 ini. Bersama DPC Hanura Sidoarjo, dia diberi kesempatan untuk ikut pameran di beberapa event, baik yang diselenggarakan Hanura maupun pihak lainnya.

Di showromnya yang terletak di Jl Pasar Jetis No 25, Amri memberi kesempatan bagi pengunjung untuk belajar batik secara langsung. “Dan bisa melihat langsung proses membatik. Pengunjung dari siswa sampai umum,” lanjutnya.

Proses membatik butuh waktu kurang lebih 6 hari. Satu helai batik, dihargai mulai Rp 160 ribu. Rata-rata pembelinya berasal dari wisatawan. Ada pula turis asing Jerman, Korea, dan Jepang.

Jika mau bermitra, Amri tidak memasang syarat yang terlalu rumit. Cukup membayar dengan jumlah sesuai pesanan, setelah itu dia akan mensupplai.

“Kita siap supplai barangnya. Untuk mitra pemula, saya harus kenal identitasnya. Berikutnya setelah kenal, baru kami supplai. Uang di awal itu untuk modal kepercayaan,” jelasnya.

Selain batik, showroom Amri juga menyediakan sepatu bordir. Sepatu itu merupakan cikal baka Amri menjadi pengusaha sebelum menggandrungi bisnis batik.

“Prospeknya lebih bagus batik, jadi produksi sepatu mengurangi. Harga sepasang sepatu bordir Rp30.000, dan sepatu batik Rp 40.000.(hery)