31/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Penanganan Krisis Cepat PLTU Sluke

Penanganan Krisis Cepat PLTU Sluke 1Surabaya, KabarGRESS.com – Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja merupakan suatu hal yang mutlak diwujudkan dalam proses bekerja dimanapun kita berada. PLTU Sluke pun memahami hal tersebut. Pihak manajemen berkomitmen terhadap hal tersebut sehingga segala upaya dan penerapan K3 di lingkungan PLTU Sluke sudah dilakukan sejak PLTU berdiri. Namun musibah tetaplah musibah, kita tidak harapkan namun harus terjadi.

Saat unit sedang melakukan proses start up pada hari Kamis (18/8) diketahui adanya kebocoran uap, sehingga mesin HPH dimatikan (out service) . Kemudian pada pukul 14.30 WIB saat dilakukan upaya perbaikan terhadap kebocoran tersebut terjadi insiden yang mengakibatkan 4 karyawan terluka. “Sesuai dengan prosedur penanganan kondisi emergency, kami segera melakukan evakuasi para karyawan yang terluka ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan penanganan medis”, ungkap General Manager PLTU Sluke.

Kejadian tersebut cukup mengejutkan karyawan dan manajemen unit. Bagaimana tidak? Pemeliharaan dan start up mesin pembangkit bukan yang pertama kali dilakukan. PLTU Sluke sudah berulang kali melakukan pemeliharaan dan start up mesin pembangkit untuk menjamin keandalan pasokan listrik. Standar Prosedur Operasional (SOP) perawatan mesin pun telah dijalankan, begitu juga tahapan-tahapan pemeliharaan telah dilalui secara prosedural dengan mengacu pada kaidah-kaidah K3 (Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja), namun insiden masih terjadi.

Manajemen dan karyawan PLTU Sluke bersama-sama melakukan proses evakuasi karyawan yang terluka dan tetap fokus terhadap recovery unit sehingga mesin pembangkit dapat segera masuk ke sistem Kelistrikan Jawa-Bali. “Kami selalu melakukan upaya terbaik agar pembangkit kami tetap dapat memasok listrik di Sistem Kelistrikan Jawa-Bali, sehingga pasokan listrik di Jawa-Bali tidak terganggu. Jika pada saat itu tidak segera dilakukan recovery unit mesin pembangkit, maka Rembang bahkan pulau Jawa dapat dipastikan akan terjadi pemadaman”, pungkas General Manager PLTU Sluke.

Penanganan Krisis Cepat PLTU Sluke 2“Kami sedang berduka, namun kerja tidak boleh berhenti. Ini sudah menjadi konsekuensi kami bekerja di unit pembangkitan, dimana pasokan energi listrik ke masyarakat tidak boleh berhenti. Kami harus pandai-pandai membagi waktu dan perhatian, sehingga penanganan korban dapat dilakukan dengan baik, begitu juga recovery unit. Unit sudah beroperasi kembali, dan mudah-mudahan korban juga segera pulih seperti sedia kala,” tutur GM PLTU Sluke.

Terkait dengan persoalan penghapusan foto korban terluka di hp rekan wartawan Wisnu dari Radar Kudus yang saat itu juga berada di rumah sakit dengan tujuan menjalankan tugas jurnalisme, manajemen PLTU Sluke memohon maaf yang sebesar-besarnya karena pada saat itu karyawan PLTU yang turut membantu mengevakuasi rekannya yang terluka sedang dalam posisi panik. Yang ada di pikiran mereka adalah bagaimana supaya temannya bisa mendapatkan penanganan medis yang sifatnya segera.

Tidak ada niat buruk dari mereka, melainkan mereka justru tidak tega apabila rekan mereka yang terluka menjadi objek foto, sementara sudah sepatutnya kita saling membantu pada saat evakuasi dilakukan. Mereka juga khawatir apabila terlalu banyak orang yang mengerumuni korban pada saat itu, maka evakuasi akan terhambat dan mengancam nyawa korban.

Pihak PLTU Sluke pada hari Jumat (19/8) telah mengunjungi kantor Radar Kudus Biro Rembang untuk meminta maaf atas kejadian yang terjadi dan pihak Radar Kudus yang diwakili oleh kepala biro Rembang, Ali Mahmudi menerima permohonan maaf pihak PLTU, karena kedua belah pihak merupakan mitra kerja yang semestinya dapat berjalan bersama untuk memajukan Sluke, Rembang.

Penanganan Krisis Cepat PLTU Sluke 3“Kami tahu bahwa hal tersebut tidak dapat dibenarkan sehingga kami wajib meminta maaf”, tutur GM PLTU Sluke. Pihak PLTU Sluke pun berharap kejadian ini menjadi momentum bagi PLTU Sluke untuk membangun komunikasi yang lebih baik dengan media, sehingga mampu memberikan suasana kondusif di Sluke pada khususnya dan Rembang pada umumnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa peran PLTU Sluke sangat signifikan di sistem Kelistrikan Jawa-Bali. PLTU Sluke yang berkontribusi sebesar 2x315MW ini kerap diminta untuk men-supply full-load, sehingga kesiapan operasi PLTU Sluke menjadi hal yang sangat penting dan prioritas bagi kami, Ujar Yudhy Bhagaskara GM PLTU Sluke.

Di samping perannya dalam sistem hulu kelistrikan nusantara, PLTU Sluke saat ini juga concern dalam program CSR di antaranya adalah Penyuluhan Sampah, Penanaman Mangrove, Pelatihan Batik, Pelatihan Pembuatan Kue oleh ibu-ibu PKK, Pelatihan Karang Taruna Welding AC bekerjasama dengan Depnaker Sluke, dan program beasiswa pendidikan.

Ke depan PLTU Sluke berkomitmen untuk meningkatkan komunikasi antara manajemen PLTU dan para stakeholdernya supaya sinergi yang selaras dapat tercipta. (ro)