Geliatkan Budidaya Ikan, Diskanla Bantu Mesin Pellet Kelompok Pembudidaya Pemula

Kepala Diskanla Jatim Dr. Heru DjahjonoSurabaya, KabarGress.com – Perikanan Budidaya ikan merupakan program cukup strategis. Apalagi provinsi Jatim secara geografis sangat mendukung dikembangkannya budidaya ikan. Budidaya ikan air tawar, dan perikanan laut di Jatim dari waktu ke waktu terus bertambah. Gayung pun bersambut dalam rangka mendukung kembang biak usaha budidaya ikan ini Dinas Perikanan Kelautan ( Diskanla ) Jatim mengeluarkan program penguatan bagi tumbuh dan berkembangnya budidaya perikanan darat dan perikanan laut.

Kepala Diskanla Jatim Dr. Heru Djahjono, tahun 2016 kembali melanjutkan melaksanakan program Pengelolaan dan Pengembangan sarana / prasarana budidaya perikanan darat / perikanan laut dengan memberikan bantuan mesin pellet fasilitas program pakan Mandiri untuk kelompok pemula di 27 Kabupaten. Daerah yang di sasar untuk kelompok budidaya ikan pemula tersebut, antara lain: Kab. Malang, Situbondo, Nganjuk, Tulungagung, Bojonegoro, Jombang, Lamongan, Banyuwangi, Bondowoso, Kab. Probolinggo, Kota Probolinggo, Kab. Madiun, Magetan, Kab. Mojokerto, Kab. Blitar, Kab. Pasuruan, Ngawi, Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Jember, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Kab. Kediri, Lumajang, Sidoarjo. Mesin pellet yang hendak diberikan pada kelompok pembudidaya pemula masih dalam proses pengadaan.

Bantuan mesin pellet direspon cukup positif para pembudiaya. Pasalnya dengan bantuan mesin pellet yang bakal diterimanya, para kelompok pembudidaya ikan ini cukup terbantu, dalam menyediakan pakan ikannya. Selain itu, dengan bantuan mesin pellet dari Diskanla Jatim, petani pembudidaya ikan di Jatim dapat lebih hemat pengeluaran anggaran untuk pengadaan pakan ikan.

“Kami, sampaikan terima kasih bantuan mesin pellet . Semoga mesin bantuan yang diterima dapat mendorong pelaku pembudidaya ikan di Jatim menuai sukses dalam mengembangkan usaha budidayanya,” katanya. Bantuan mesin pellet untuk pengadaan pakan Mandiri yang dilaksanakan tahun 2016 ini, merupakan program lanjutan. “ Ini program lanjutan, karena program yang sama tahun kemarin juga dilaksanakan,”ujar Kepala Diskanla Jatim Dr. Heru Djahjono pada awak media.

Ikan SidatUntuk tahun 2014 / 2015, mesin pellet diberikan pada kelompok pembudidaya ikan pada 26 kabupaten / kota. Dan, setelah diberikan bantuan mesin pellet itu, kelompok pembudidaya dalam menyediakan bahan pakan ikannya tidak mengalami kesulitan. Bukan hanya membantu memberikan bantuan mesin pellet, Diskalan tahun ini juga meluncurkan program Pengelolaan dan Pengembangan sarana dan prasaranan budidaya, berupa membantu Bahan baku formulasi pakan ikan Fasilitas Program pakan Mandiri untuk pembudidaya Pemula .

“Selain mesin pellet , kami juga memberikan bantuan bahan bakunya atau formula pembuat pakan,” imbuh Kepala Diskanla Jatim yang sukses saat menjadi Bupati Tulungagung ini menambahkan. “Membuat pakan sendiri secara mandiri dari segi biaya lebih efesien dibandingkan membeli pakan industri,” tandasnya.

“Biasanya kalau beli pakan industri itu harganya sudah ditetapkan oleh industri tersebut. Sedangkan dengan mesin pelet maka bisa menghemat biaya,” Lanjutnya.

Pembudidaya Diberi Pendampingan

Diskanla tidak membiarkan kelompok pembudidaya ikan setelah diberi bantuan mesin pellet dan bahan baku formulasi pakan ikan. Agar para kelompok pembudidaya pemula ini dapat menggunakan mesin pellet untuk memproses bahan baku pakan ikan secara baik, higienis, Diskanla Jatim juga mengedukasi mereka, tentang tata cara mengolah bahan baku formulasi pakan tersebut. Pendampingan bersifat teknis tersebut dilakukan pada kelompok pembudidaya pemula ini sampai ia benar –benar memahani dalam mengolah bahan baku formulasi pakan ikan secara benar.

Untuk itu, Diskanla melakukan pendampingan kepada kelompok pembudidaya pemula ini agar supaya sumber daya manusia ( SDM) mereka lebih baik. Dan, dengan SDM yang baik, maka mereka akan mumpuni dalam mengolah bahan baku ikan sebagaimana petunjuk teknis dari Petugas Penyuluh Diskanla. Di mencontohkan, ada salah satu kelompok pembudidaya penerima bantuan mesin pelet yang berada di Kabupaten Tulungagung yang kemudian memodifikasi mesin tersebut sehingga hasilnya lebih maksimal

Pakan, memang salah faktor berhasil maupun tidaknya budidaya ikan, disamping faktor tempat, maupun air. Jika, bahan baku pakan ikannya baik, higienis, dibarengi pemeliharaan yang cukup, hasil produksinya bakal baik. Begitu pula sebaliknya, kalau pakan yang diberikan kualitasnya kurang baik, bisa mempengaruhi hidup, tumbuh dan pengembang biakkan ikan. Pemberian pakan yang baik, dapat dipastikan hasil produksi akan masimal. Dengan produksi ikan budidaya yang optimal tentunya upaya untuk menjamin ketersediaan ikan sebagai salah satu kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi.

Disamping itu, ikan salah satu point ketahanan pangan dapat ditingkatkan. Produksi ikan budidaya meningkat kebutuhan ikan masyarakat tercukupi, kesejahteraan ekonomi masyarakat pelaku pembudidaya ikan pun nantinya dipastikan akan turut terdongkrak naik. Kenapa demikian, sebab peluang pasarnya sangat terbuka lebar. Dan, bagi ikan –ikan hasil produksi pembudaya jika kualitasnya cukup baik, disamping dapat dijual di pasar lokal, tentunya bisa pula di ekspor ke negara lain.

Seperti ikan kerapu, dan ikan sidat misalnya. (adv)

Leave a Reply


*