28/10/2020

Jadikan yang Terdepan

Sudah Saatnya NU Membantu Pemerintah Dalam Pembangunan Kesehatan

Gus Ipul Melihat Peserta Khitan Gratis  Yang Dilaksanakan Pada Baksos Kesehatan LKNU di PP Miftahul Ulum Kab  BanyuwangiBanyuwangi, KabarGress.com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan bahwa NU (Nahdlatul Ulama), sebagai lembaga keagaamaan yang mempunyai anggota terbesar di Indonesia, sudah saatnya membantu pemerintah dalam bidang pembangunan kesehatan. “NU mempunyai anggota lebih dari 87 juta orang. Sudah selayaknya membantu pemerintah di bidang pembangunan kesehatan, utamanya tindakan preventif dan promotif,” ungkapnya saat membuka Bakti Sosial Kesehatan yang diadakan Lembaga Kesehatan NU Banyuwangi, di PP Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi, Juma (13/8).

Saat ini, yang dilakukan oleh pemerintah di bidang kesehatan adalah tindakan kuratif atau pengobatan. Menurut Wagub yang biasa disapa Gus Ipul, tindakan tersebut memerlukan biaya yang begitu besar, walaupun hal tersebut sudah ditangani oleh BPJS Kesehatan.

Tapi alangkah baiknya lanjutnya, apabila masyarakat sejak dini sudah dibiasakan untuk melakukan pencegahan (preventif) agar tidak terkena suatu penyakit, yang tentunya apabila sudah terkena penyakit untuk mengobatinya memerlukan biaya yang lebih besar.

“Pemerintah tidak mampu melakukan tindakan preventif dan promotif sendiri, sehingga memerlukan bantuan seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat. Kenapa harus tokoh agama ataupun tokoh masyarakat. Karena segala tindakan dan ucapan para tokoh tersebut akan dituruti oleh masyarakat,” jelasnya.

Oleh karena itu Gus Ipul memberikan apresiasi kepada Lembaga Kesehatan NU sekaligus kepada Pemkab Banyuwangi yang mengadakan bakti sosial kesehatan, apalagi kegiatan tersebut dilakukan di lingkungan pondok pesantren sebagai wujud implementasi tindakan preventif dan promotif.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pada kesempatan itu mengatakan bahwa kesehatan bukan hanya urusan pemerintah ataupun dokter, tetapi masyarakatpun pada saat ini harus peduli terhadap masalah kesehatan. Utamanya tindakan pencegahan dan sosialisasi.

Menurutnya, peran media massa sangat diperlukan untuk mencegah timbulnya suatu penyakit. Oleh karena itu, bakti sosial kesehatan yang diadakan LK NU juga melibatkan awak media massa, dengan harapan dapat ikut mempromosikan atau menyosialisasikan pencegahan terjadinya suatu penyakit, salah satunya dengan cara memperbaiki pola makan dan pola hidup.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi KH. Maskur Ali, MM mengatakan bahwa ada empat program NU yaitu penguatan akidah, pengembangan pendidikan, pengembangan kesehatan, dan pemberdayaan pondok pesantren dan masjid.

“Bakti Sosial Kesehatan diadakan di pondok pesantren, sebagai wujud dari pengembangan kesehatan sekaligus pemberdayaan pondok pesantren. Selain itu juga untuk mengingatkan mayarakat bahwa NU dilahirkan di pondok pesantren,” jelasnya.

Sebagai Ketua Panitia dr. Mufti Anam mengatakan bahwa kegiatan bakti sosil kesehatan dilakukan mulai tanggal 15 Pebruari – 15 Maret 2015. Dilakukan di lima daerah yaitu di Glenmor, Tegalsari, Muncar, Songgon, dan terakhir di PP Miftahul Ulum Bengkak Wongsorejo Banyuwangi.

Adapun acara yang digelar adalah kitanan massal, donor darah, pengobatan gratis, penyuluhan reproduksi, penyuluhan HIV/AIDS, santunan anak yatim, sembako gratis, pemeriksaan gigi gratis, dan konseling pola hidup sehat.

LK PCNU Banyuwangi berencana akan menggelar bakti sosial kesehatan setiap tiga bulan sekali. Dan tiga bulan yang akan datang akan mengadakan operasi katarak gratis kepada 500 orang. “Yang kesemuanya itu kita lakukan untuk membudayakan hidup saling peduli, memberi, dan saling berbagi,” jelasnya. (hery)