02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Parent Gathering Memperkuat Pembentukan Karakter Anak Bangsa

Kak Ipul Menerima Karangan Bunga Penyambutan Dari Perwakilan Pramuka di Dome UMM MalangMalang, KabarGress.Com – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf yang sekaligus sebagai Ketua Kwarda Jawa Timur mengatakan, bahwa hanya orang tua yang mendidik anaknya dengan ketaqwaan dan keikhlasan yang dapat menciptakan generasi berkarakter, calon pemimpin bangsa. “Paduan Pramuka dengan kegiatan parenting merupakan kegiatan bagus. Bukan hanya anak yang memiliki karakter tangguh, tetapi orang tua juga harus cakap dalam mendidik anak,” paparnya saat memberikan pengarahan pada Parents Gathering Tangkis East Java Scout Challenge (EJSC) 2K15, di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (11/3).

Pada kesempatan itu, Wagub yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Ipul juga menjelaskan bahwa saat ini Negara Indonesia sedang dihantui tiga keadaan darurat yang mengancam kehidupan generasi muda. Yaitu darurat penyalahgunaan narkoba, darurat pornografi/ pornoaksi, dan darurat kekerasan sexual.

“Saya harapkan orang tua berperan aktif melindungi putra-putrinya agar terhindar dari tindakan-tindakan yang dapat merusak generasi muda sebagaimana saya sebutkan di atas. Kita tidak bisa menyerahkan tanggung jawab keselamatan anak kepada orang lain,” jelasnya di depan ribuan orang tua murid yang anaknya mengikuti Scout Challenge di wilayah Kabupaten Malang.

Salah satu jalan dengan mengikut-sertakan putra-putrinya pada kegiatan Kepramukaan. Pramuka merupakan kegiatan informal pendidikan yang program-programnya lebih mengedepankan pembentukan karakter generasi muda, dapat menangkal godaan-godaan dari luar yang dapat merusak jiwa. “Kegiatan Pramuka, merupakan kegiatan yang dilakukan antara waktu kegiatan sekolah dan kegiatan rumah. Bertujuan mengisi waktu luang antara sekolah dan rumah,” ungkapnya lebih lanjut.

Program-program yang dijalankan Pramuka mengedepankan pembentukan karakter. Membentuk generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa menjadi generasi yang cerdas, berakhlak, jujur dan terbuka, tangguh dan terampil, serta peduli terhadap sesama.

“Cerdas saja tidak cukup, karena orang akan pandai melanggar peraturan. Demikian pula bila seorang hanya mempunyai akhlah yang baik juga tidak cukup, karena akan mudah ditipu orang. Jadi sebaiknya seorang anak harus menjadi anak yang cerdas, berakhlak, jujur dan terbuka, tangguh dan terampil, serta peduli pada sesama,” urainya lebih lanjut.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gus Ipul mengatakan bahwa banyak orang yang berpendapat bahwa kegiatan Pramuka merupakan kegiatan out of date, tidak mengikuti jaman. Oleh karena itu diharapkan agar para pengurus yang telah dikukuhkan harus bekerja keras hingga mampu menciptakan program-program yang inovatif sehingga mampu menyedot perhatian generasi muda.

Sementara itu Bupati Malang Rendra Kresna menginginkan Kabupaten Malang sebagai Kabupaten Pramuka, kegiatannya merambah sampai di tingkat desa. Keinginan tersebut dibuktikan bahwa sejak jaman Presiden Soeharto, Kabupaten Malang telah memiliki Desa Pramuka yang terletak di Desa Lebakharjo Malang.

Astrid Wiratna Ketua Ikatan Psikolog Jawa Timur, menjelaskan bahwa tugas membesarkan anak merupakan hal vital yang wajib dilakukan orang tua. Ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu memenuhi semua kebutuhan tumbuh kembang sesuai usia , dan mengenalkan anak dalam batas-batas disiplin. Dan yang terpenting, sejak kecil anak harus diajarkan bagaimana caranya membentingi diri agar terhindar dari kekerasan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina Komnas HAM Seto Mulyadi menekankan sudah tidak jamannya lagi mendidik anak dengan kekerasan. Mengapa? Karena, kepribadian anak akan tumbuh linier dengan masa depannya. Apabila mendapat kekerasan dalam keluarga, anak bakal mencari perhatian dari lingkungan keluarga. Pengaruh lingkungan sangat beragam. Ada yang baik, dan tidak sedikit yang buruk. Disinilah, kotrol orang tua sangat diperlukan. (hery)