02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Silvana: Apapun Kurikulumnya, yang Penting Pembelajaran Aktif

kegiatan dibuka langsung oleh Carolina Escalerapeserta sedang aktif berdiskusipeserta semangat mengikuti pelatihanJpegSurabaya, KabarGress.Com – Seiring dengan penambahan 4 kabupaten/kota mitra USAID PRIORITAS Jatim, sejak 3 Maret 2015 lalu serangkaian kegiatan Pelatihan Pelatih Tingkat Provinsi untuk 4 kabupaten/kota tersebut digelar. Pelatihan Pelatih Tingkat Provinsi untuk Modul 1 diikuti oleh 15 fasilitator daerah (fasda) terpilih dari tingkat SD/MI dan 15 fasda tingkat SMP/MTs dari Lamongan, Jombang, Banyuwangi, dan Kota Batu. Ke-15 fasda tersebut terdiri dari 10 fasda pembelajaran dan 10 fasda manajemen sekolah.

Kegiatan yang berlangsung di Shangri-La Hotel Surabaya untuk SD/MI berlangsung mulai 3-10 Maret 2015 dan untuk SMP/MTs mulai 6-13 Maret, dibuka langsung oleh Ketua Bagian Humas Konjen AS di Surabaya Caroline Escalera.

Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan, Caroline bangga melihat potensi para fasda dan pemerintah Amerika saat ini sangat concern pada program pendidikan untuk Indonesia.

“Saya baru 6 bulan disini dan saya sudah mengunjungi Banyuwangi 3 kali. Disana saya melihat potensi yang besar pada anak-anak bangsa. Saya berharap potensi tersebut juga dimiliki oleh kabupaten lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu Silvana Erlina selaku Koordinator USAID PRIORITAS Jatim, terkait kurikulum yang saat ini sedang hangat dibicarakan beliau mengungkapkan, dasar peningkatan kualitas pendidikan di sekolah adalah menerapkan pembelajaran aktif dan kegiatan tersebut sangat tergantung pada kepiawaian guru merancang dan mempersiapkan siawa belajar dengan menggunakan/mengexsplorasi berbagai sumber belajar dan guru berfungsi sebagai fasilitator. Dengan menerapkan pembelajaran aktif, maka kualitas mengajar menjadi lebih baik sehingga kualitas siswa juga berimbas menjadi lebih baik.

“Seribu kali kurikulum diganti, apabila cara guru mengajar tidak berubah, maka jangan harap terjadi perubahan pada kualitas dan hasil belajar siswa. Guru harus aktif mempersiapan siswa belajar dan memfasilitasi proses belajar. Maka kunci peningkatan kualitas pendidikan adalah  mengembangkan nalar siswa dengan segala potensi yang dimiliki, aktif mental dan fisik,” terangnya.

Untuk itu, dalam pelatihan Modul 1 ini materi yang dilatihkan adalah bagaimana melakukan pembelajaran aktif di kelas. Untuk SD/MI kegiatan tersebut dinamakan Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) sedangkan untuk SMP/MTs dinamaka n Contextual Teaching & Learning (CTL).

Selain dilatih menerapkan pembelajaran aktif, para peserta pelatihan juga dilatih menerapkan manajemen sekolah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif melalui materi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Fokus dari pelatihan manajemen tersebut adalah bagaimana  manajemen sekolah dapat mengembangkan sistem pendukung yang dapat mendorong terlaksanakanya pembelajaran aktif melalui sinergi antara Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah dan juga Pengawas Sekolah.

Harapannya dengan mendapatkan pelatihan tersebut, peserta yang terdiri dari unsur kepala sekolah, guru dan pengawas mulai dapat melaksanakan kegiatan  perencanaan, pelaksanaan dan monitoring dan evaluasi  program dan kegiatan sekolah  dengan melibatkan seluruh stakeholder sekolah yang terdiri dari guru, orangtua murid, komite sekolah, hingga siswa.

Nantinya para fasda ini setelah mendapatkan pelatihan di tingkat provinsi wajib menerapkannya di sekolah masing-masing. Untuk selanjutnya, mereka akan melatih para guru, kepala sekolah, pengawas  dan untuk manajemen sekolah ditambah peserta komite sekolah di wilayahnya masing-masing serta dapat menyebarkan ilmunya ke sekolah-sekolah yang belum tersentuh Program USAID PRIORITAS yang dibiayai oleh APBD kabupaten masing-masing. (ro)

Teks foto:

– Ketua Bagian Humas Konjen AS di Surabaya, Caroline Escalera, membuka acara.

– Peserta berdiskusi aktif.

– Para peserta sangat bersemangat mengikuti kegiatan.

– Koordinator USAID PRIORITAS Jatim, Silvana Erlina (tengah), memberikan penjelasan kepada wartawan.