02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Optimisme Masyarakat di Surabaya Masih Positif

Surabaya, KabarGress.Com – Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE), aktivitas konsumsi pada bulan Januari 2015 tumbuh sebesar 2,07% dibandingkan dengan bulan Januari 2014 (yoy). Adapun aktivitas konsumsi pada bulan Februari 2015, diperkirakan akan meningkat sebesar 3,74% (yoy). Hal ini juga didukung oleh hasil Survei Konsumen (SK), dimana keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Surabaya pada bulan Februari 2015 yang diukur menggunakan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga meningkat sebesar 3,7 poin (yoy). Hal ini menggambarkan optimisme masyarakat di Surabaya yang positif untuk bulan Februari 2015.

“Peningkatan ekspektasi aktivitas konsumsi ini didorong oleh peningkatan penjualan eceran kelompok komoditas Suku Cadang dan Aksesoris, Bahan Bakar dan Pelumas, serta Peralatan dan Komunikasi. Ekspektasi aktivitas konsumsi komoditas tersebut masing-masing tumbuh sebesar 0,13%, 10,01%, dan 0,01% dibandingkan dengan bulan sebelumnya (mtm). Adapun aktivitas konsumsi Bahan Bakar dan Pelumas meningkat sebagai dampak lanjutan penyesuaian harga BBM,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Syarifuddin Basara kepada wartawan, di Surabaya, Kamis (26/2/2015).

Selain itu, SPE mencatatkan kenaikan optimisme Ekspektasi Kenaikan Harga pada periode 3 bulan dan 6 bulan yang akan datang. Optimisme Ekspektasi Kenaikan Harga pada 3 bulan mendatang sebesar 44,1 poin dipicu oleh prediksi kenaikan harga komoditas menjelang bulan Ramadan. Sedangkan optimisme Ekspektasi Kenaikan Harga 6 bulan mendatang didorong oleh prediksi laju inflasi yang relatif tinggi pasca lebaran. Hal ini juga terjadi pada Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Kredit baik 3 bulan maupun 6 bulan mendatang dimana masing-masing naik sebesar 25,4 dan 22,3 poin. Sedangkan untuk Ekspektasi Total Penjualan, optimisme kenaikan total penjualan untuk 6 bulan mendatang hanya naik 5,5 poin, namun untuk 3 bulan mendatang naik cukup tinggi yaitu 23,2 poin.

Kenaikan IKK Surabaya pada bulan Februari 2015 didorong oleh indeks pembentuknya. Persepsi terhadap keadaan ekonomi yang akan datang (menggunakan Indeks Ekspektasi Ekonomi – IEK) naik sebesar 7,2 poin, sedangkan persepsi terhadap keadaan ekonomi saat ini (menggunakan Indeks Kondisi Ekonomi saat ini – IKE) cenderung stabil dengan peningkatan sebesar 0,2 poin. Peningkatan IEK didorong oleh seluruh indikator pembentuknya yaitu Ekspektasi Penghasilan naik 2,9 poin (yoy), Ekspektasi Kondisi Ekonomi Indonesia 6 Bulan yang akan datang naik hingga 12,6 poin (yoy) dan Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja 6 Bulan yang akan datang naik sebesar 2,2 poin (yoy).

SK juga mencatatkan ekspektasi harga barang dari pandangan konsumen. Untuk 3 bulan ke depan, ekspektasi kenaikan harga barang menunjukkan penurunan sebesar 7,7 poin. Penurunan ini didorong tertinggi oleh penurunan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Hal ini juga terlihat pada ekspektasi kenaikan harga untuk 6 bulan mendatang yang turun 4,1 poin. Berbeda untuk ekspektasi kenaikan harga 12 bulan mendatang yang justru naik 4,6 poin. Secara keseluruhan, ekspektasi harga berangsur turun yang diyakini sebagai efek penyesuaian harga BBM di awal tahun oleh pemerintah. (ro)