30/11/2020

Jadikan yang Terdepan

Mi Instan Jadi Penyumbang Terbesar Sales ICBP

Indofood CBPSurabaya, KabarGress.Com – Divisi Mi Instan menjadi terbesar terhadap sales neto konsolidasi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yakni 65 persen. Disusul, divisi Dairy (18 persen), Makanan Ringan (7 persen), Minuman (5 persen), Penyedap Makanan (3 persen) dan Nutrisi & Makanan Khusus (2 persen).

Direktur ICBP, Taufik Wiraatmadja, mengatakan dari Divisi Mi Instan mampu menguasai pasar dengan market share sebesar 70 persen. Untuk mempertahankan pasar mi instan, perseroan mengembangkan beberapa produk baru.

”Kami usung tema kuliner Indonesia produk yang diluncurkan Agustus ini akan berasa makanan lokal, seperti Mi Soto Lamongan hingga Dendeng Balado. Kami juga menyiapkan produk mi untuk diluncurkan akhir tahun,” katanya di sela-sela Investor Summit, Kamis (21/8/2014).

Mengenai kenaikan biaya produksi akibat kenaikan bahan baku, listrik dan beban distribusi, diimbangi dengan menaikkan harga mi instan di kisaran 4 sampai 6 persen. Kenaikan sudah mempertimbangkan biaya variable yang tentunya tidak akan turun lagi.

”Strategi yang kami terapkan untuk saat ini yakni melakukan efisiensi, namun tetap meningkatkan produktivitas, mencari sumber bahan baku yang baik tapi murah, mereview kenaikan harga,” tandasnya.

Mengenai kinerja ICBP sampai semester I/2014, Taufik menjelaskan perseroan mampu membukukan penjualan neto Rp15,52 triliun tumbuh sebesar 23,4 persen dari periode sama tahun lalu Rp12,58 triliun. Perseroan membukukan laba bruto Rp3,97 triliun naik 20,1 persen dibanding periode sama Rp 3,3 triliun. Hanya saja bila ditinjau dari sisi margin laba bruto, aktivitas enam bulan pertama 2014 ada penurunan.

”Penurunan laba bruto, dipicu pula beban penjualan khususnya beban distribusi, pengangkutan, gaji hingga imbalan kerja karyawan. Margin laba bruto 25,6 persen dari 26,3 persen pada periode yang sama tahun lalu, terutama karena naiknya beberapa bahan baku,” tukasnya.

Sementara itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan penjualan neto konsolidasi sebesar 26,5 persen menjadi Rp34,07 triliun dari Rp26,93 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam hal kontribusi terhadap penjualan neto konsolidasi, Group Produk Konsumen Bermerek (CBP) memberikan kontribusi terbesar yakni 44 persen, Bogasari 24 persen, Agribisnis 17 persen, Distribusi 7 persen dan Budidaya & Pengolahan Sayuran 8 persen.

Total nilai penjualan Bogasari tumbuh 13.0 persen disebabkan kenaikan volume penjualan dan harga jual rata-rata. Grup Agribisnis membukukan kenaikan total nilai penjualan sebesar 8,3 persen terutama didukung kenaikan harga produk kelapa sawit.

Grup Distribusi mencatatkan pertumbuhan total nilai penjualan sebesar 15 persen dari peningkatan penjualan Grup CBP. Sedangkan Grup Budidaya & Pengolahan Sayuran membukukan total nilai penjualan sebesar Rp2,58 triliun pada semester I tahun 2014. (Ro)