27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

The Beauty of Humanity Antarkan PROPER Emas Bagi PT PJB

Surabaya – 15 Desember 2020, Pandemi COVID-19 merupakan kejadian tidak terduga yang berdampak sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Tak terkecuali masyarakat yang ada di sekitar unit pembangkit PT Pembangkitan Jawa – Bali (PJB). Melalui program CSR nya PJB hadir membersamai masyarakat dalam upaya membangkitkan semangat untuk giat berusaha dalam solidaritas untuk mengatasi keterpurukan akibat pandemi.

Di Unit Pembangkitan (UP) Gresik, PJB menggulirkan program bertema The Beauty of Humanity. Program CSR ini bertujuan untuk membentuk masyarakat yang dapat beradaptasi terhadap pandemi tanpa mementingkan kepentingan diri sendiri. Ada solidaritas dalam program ini. Warga dari berbagai elemen saling mengulurkan tangan berbekal rasa kemanusiaannya, saling bergotong royong, berkolaborasi hingga menjadi sebuah harmonisasi yang indah.

Program CSR yang terangkum dalam The Beauty of Humanity menjadi salah satu program unggulan yang mengantarkan PJB UP Gresik mendapatkan PROPER Emas di tahun 2020. Trofi diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. kepada General Manager PT PJB UP Gresik, Ompang Reski Hasibuan. dalam acara Anugrah PROPER 2020 pada Senin (14/12) siang di Jakarta. Trofi ini menjadi yang kedua bagi UP Gresik, setelah tahun lalu juga mendapatkan PROPER Emas.

The Beauty of Humanity merupakan lanjutan dari Program Pijar Berdaya yang mengintegrasikan antara bank sampah dan bank tanaman dengan fokus pada perbaikan lingkungan serta ekonomi keluarga. Di masa pandemi program tersebut didaptasikan dengan upaya untuk memulihkan dampak pandemi pada sektor Kesehatan, ekonomi dan Pendidikan. Bentuk kegiatannya meliputi pendampingan UMKM, edukasi protokol kesehatan, fasilitas internet untuk belajar daring, bimbingan belajar, pelayanan kesehatan herbal, café jamu, serta budidaya ikan dan sayuran dalam ember.

Sugiyanto selaku PLT Direktur Utama PT PJB mengungkapkan bahwa PJB melalui kegiatan CSR di unit-unitnya terus mendukung upaya pemulihan dampak akibat pandemi. “PJB berupaya menggulirkan program-program CSR yang tepat sasaran dalam memberdayakan masyarakat di tengah suasana pandemi. Di UP Gresik kami lakukan adaptasi program untuk memulihkan dampak pademi dengan beberapa kegiatan baru.”

Pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan menjadi perhatian utama PJB dalam menjalankan perusahaan. Kegiatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan konsisten tersebut diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan hidup maupun pemberdayaan masyarakat.

Apa yang dilakukan PJB sejalan dengan kriteria baru yang ditambahkan dalam Program Penilaian Peringkat Kerja Perusahaan (PROPER) 2020. Dalam masa pandemi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menambahkan kriteria sensitifitas dan daya tanggap perusahaan terhadap perencanaan dalam aspek pemberdayaan masyarakat. Kriteria baru ini untuk mengapresiasi perusahaan yang telah memberikan sumbangsih penanganan kebencanaan terutama COVID-19. (ro)

CSR PT PJB UP Gresik berupaya melakukan pemulihan dampak pandemi pada sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Program kesehatan : BUGAS COVID-19 (aksi sosial melibatkan 60 kader ibu-ibu yang tergabung dalam satgas COVID-19 didukung oleh dokter perusahaan PJB, puskesmas serta pemerintah desa. Mereka memberikan edukasi pada masyarakat terkait protokol kesehatan, pengendalian isu hoax, dan mendorong warga untuk peduli terhadap sesama).
Program pendidikan : TELADAN (Tetap Belajar Dalam Pandemi)
Meliputi dua sub program :
a) Pintar (Pemenuhan Internet untuk Belajar Daring), yaitu penyediaan akses sekolah daring bagi siswa di 3 desa ring 1 berupa voucher internet sebanyak 2.17 tb/bulan untuk 271 siswa.
b) Bimbingan belajar bagi anak jalanan usia 4-12 tahun.
Program ekonomi : Industri Tanggap Pandemi (membangkitkan geliat ekonomi dengan membentuk UMKM baru, dan mendapingi UMKM terdampak pandemi. Terdapat 11 UMKM yang mampu bertahan di masa pandemi dan mengembangkan 9 UMKM baru).
Supporting program :
a) Polihatra dan Café Jamu, Polihatra bekerja sama dengan Puskesmas Alun-Alun untuk mewujudkan program pelayanan kesehatan terintegrasi yang berfokus pada pengobatan cara tradisional dan obat herbal yang diolah secara tradisional dengan tenaga medis yang bersertifikat. Café jamu berperan sebagai wadah bagi UKM binaan untuk menjual produk olahan toga.
b) Batru (Bank Tanaman Seru), ajang event mingguan anggota bank tanaman untuk memasarkan produk-produk olahan mereka. Program ini mencatat hasil penjualan sebesar Rp 4,27 Juta.
c) Budikdamber Program budidamber (budidaya ikan & sayuran dalam ember), menjadi upaya stress healing dari situasi pandemik yang bernilai ekonomi. Pemanfaatan lahan pekarangan ini juga sebagai upaya menumbuhkan kesadaran tentang ketahanan pangan keluarga. Program ini melibatkan 121 KK dan telah panen beberapa kali. Hasil panen digunakan untuk keluarga dan selebihnya dijual.