Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan di Bawah Bendungan Cirata dan Pembentangan Kain Merah Putih Raksasa oleh PT Pembangkitan Jawa-Bali

Cirata, KabarGRESS.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh karyawan dan workforce PT Pembangkitan Jawa-Bali Unit Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC) dan Unit Pembangkitan Cirata (UP) menggelar upacara bendera di halaman Seepage, dasar kaki lereng Bendungan Cirata. Prosesi yang unik dan spesial dalam upacara tersebut, PJB membentangkan 3 kain merah putih raksasa berukuran 45 x 27 m yang membentang menutup rip rap (tumpukan batu penahan bendungan waduk Cirata). Pembentangan kain merah putih dilakukan oleh 17 orang yang memiliki keahlian khusus dengan masing-masing kain dilakukan oleh 8 orang, sesuai dengan tanggal dan bulan kemerdekaan Indonesia.

Tema peringatan HUT ke 72 RI di Cirata meratifikasi tema nasional, “Indonesia Kerja Bersama”. Dalam sambutannya, Sofyan Basir, Direktur Utama PT PLN (Persero) selaku holding dari PJB menjelaskan bahwa tema tersebut merepresentasikan semangat gotong royong, sebuah akar dari kebudayaan masyarakat Indonesia dan harmoni kebersamaan yang telah menjadi perekat sosial paling efektif tanpa memandang ras, suku, dan agama untuk mencapai tujuan yang luhur. BPWC dan UP Cirata sebagai unit operasional PJB bersatu untuk cirata raya dalam tema Cirata Raya Kerja Bersama dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Sebagai bagian dari sistem kelistrikan Indonesia, peran PJB sangat penting dalam upaya memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Listrik adalah salah satu pendorong perekonomian. Saat ini untuk seluruh sistem kelistrikan besar tidak ada pemadaman karena kekurangan daya, bahkan terdapat beberapa daerah yang surplus daya yang cukup. Selain itu, PLN juga sedang bergeliat untuk menyelesaikan penugasan dari pemerintah yatu proyek 35GW untuk pembangkit, beserta pembangunan jaringan transmisi sepanjang 46.811 kilometer sirkuit dan penambahan gardu induk 109.199 Mega Volt Ampere,” jelasnya.

Upacara di lereng Bendungan Cirata dipimpin langsung oleh Direktur Operasional 2 PJB, Miftahul Jannah. Kegiatan ini merupakan yang pertama kali sejak dibangunnya Bendungan Cirata pada tahun 1982 silam. Pemilihan Lokasi Upacara di bawah Bendungan Cirata bertujuan antara lain untuk memberikan awareness kepada seluruh karyawan Cirata Raya terhadap pentingnya peran serta bersama dalam menjaga Bendungan Cirata, yang belum tentu setiap harinya karyawan Cirata Raya mengunjungi di area tersebut, kecuali karyawan atau petugas fungsi monitoring sipil dan bendungan. Melalui pembentangan kain merah putih raksasa ukuran 45 x 27 m di batuan rip rap yang dilakukan oleh tim pemeliharaan monitoring sipil bermakna pula memperkenalkan tugas dan tanggung jawab serta kompetensi BPWC dalam pengelolaan bendungan.

Manajemen UP Cirata dan BPWC berharap pasca upacara bendera tersebut, seluruh karyawan dan workforce dari PJB dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan semakin menyadari bahwa bendungan, waduk dan PLTA Cirata merupakan aset bangsa Indonesia, yang harus dijaga dan dipelihara keberadaannya oleh seluruh masyarakat Indonesia. (ro)

Leave a Reply


*