WAKIL KETUA BID .II ,WARSITO ,SE. MM : KURANGI PUPUK PESTISIDA DONGKRAK PRODUKSI GABAH PETANI

Surabaya, KabarGress.com – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ( HKTI) berjuang meningkatkan produksi gabah di Jatim. Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua  II.DPP.HKTI Jatim , Warsito , SE , MM, Kamis sore (17/8) . Program yang di usung HKTI dalam rangka mendongkrak produksi gabah di Jatim tersebut tegas Warsito , adalah dengan menerapkan teknologi baru dalam penanaman benih padi di Jatim.

Adapun benih unggul milik HKTI yang telah terbukti sukses mengatrol naik produksi panen padi di Jatim tambah Warsito, benih padi varietas M.TANI / M400 dan M70D. ” Dua jenis ini setelah diujicoba menghasilkan 8.9 ton per hektar,” imbuh dia.

“8.9 ton saat panen perdana M400 di desa Kedungotok , Tembelang , Jombang , sebulan lalu. Termasuk panen yang sama di Kabupaten Jember, Tulungagung, beberapa waktu lalu ,” ungkapnya.

Menurut Warsito , M400 disamping terbukti telah berhasil dongkrak panen meningkat, jenis M400 ini juga tahan terhadap serangan hama dan anomali cuaca. ” Bayangkan semua hamparan yang ditanami varietas lain , diserang hama, M400 justru tetap bertahan tidak dimakan hama ,tetap utuh hingga panen ,” kata cak War, sapaan akrab Warsito.

Keunggulan padi varietas M400 ini tetap bagus di tengah kanan-kirinya kena hama wereng, M400 tahan kondisi lingkungan, baik serangan hama maupun anomali cuaca masih bisa berdiri tegak.

Lebih lanjut cak War menjelaskan, guna meningkatkan produksi gabah dan padi Panglima Tani Jendral (Pur) Moeldoko , telah menggerakkan HKTI untuk memasifkan penggunaan varietas M400 dan M70D kepada petani, atau pun Gapoktan. Karena M400 ,M70D yang ditanam di berbagai daerah di tanah air tersebut berhasil meningkatkan hasil panen petani.

Bibit unggul ini memberi kemudahan kepada para petani, hasil panen lebih banyak, minimum 8,8 ton per hektar, bahkan di Lumajang hasil panen mencapai 11 ton per hektar,” ujarnya. Pada musim tanam September nanti, , penanaman padi varietas M400 akan diperluas , ke beberapa Kabupaten.

Antara lain, lima Kabupaten daerah Tapal Kuda, seperti Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember dan Lumajang. Para gapoktan di 5 kabupaten Daerah Tapal kuda menyambut baik penggunaan dua varietas M400 dan M70D di daerahnya. Selain daerah Tapalkuda, penggunaan M400 dan M70D juga direspon sangat positif oleh petani dan pemangku wilayah diKabupaten Bojonegoro, Tuban, Ponorogo, Madiun.

Bukan hanya berupaya meningkatkan hasil produksi gabah petani ,untuk mempercepat program ketahanan pangan HKTI juga mengajak para petani bertani dengan baik, memuliakan tanah dengan mengurangi pestisida. Untuk itu HKTI selain memperkenalkan dua varietas M400 dan M70D juga melakukan pendampingan teknis.

“Ada benih unggulan pupuk unggulan, pengawal unggulan mengawal teknologi ke petani, pasukan anti hama, IT kami monitor perkembangan para petani sehingga masalah bisa langsung kami selesaikan,” tegasnya. (hery)

 

Leave a Reply


*