NGANJUK BERDUKA ,TIGA HEKTAR LAHAN DIHANTAM LONGSOR

Surabaya ,KabarGress.com – Nganjuk berduka menyusul  terjadinya tanah longsor yang terjadi di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyampaikan adanya korban jiwa.

“Info sekarang yang dipastikan korban laki-Laki satu orang atas nama Paidi (55) yang disaksikan oleh istrinya sendiri saat terdampak longsor,” ujarnya Gus Ipul, Minggu (9/4/2017).

Sebelumnya beredar kabar Whatsapp laporan Pusdalops BPBD Nganjuk, diinformasikan lima orang diduga tertimbun longsor yaitu Kodri (15) warga Dusun Sumber Bendo, Doni (23) warga Dusun Sumber Bendo, Dwi (17) warga Dusun Sumber Bendo, Bayu (14) warga Dusun Sumber Bendo), dan Paidi (55) warga Dusun Njati Desa Blongko.

“Dari lima yang diduga atas laporan itu, baru satu orang yang dipastikan hilang karena ada saksi mata,” ucapnya.Menurut  informasi yang diterima, tempat kejadian jauh dari pemukiman warga, tepatnya di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Dampak longsor menutupi sungai dengan ketinggian sekitar 10 meter sehingga menjadi bendungan alam yang kejadiannya Minggu pukul 14.00 WIB.Luasan tanah longsor sekitar 3 hektare sehingga keseluruhan yang rawan sekitar 7 hektare yang merupakan tanaman cengkeh dan mangga

Bupati Nganjuk Taufiqurrahman memimpin evakuasi lima warga yang tertimbun longsor di lereng Gunung Wilis. Tim Basarnas Kabupaten Trenggalek turut diterjunkan mencari korban longsor.

Kepala Bagian Humas Kabupaten Nganjuk Agus Irianto mengatakan saat ini dirinya sedang mendampingi Bupati Taufiqurrahman menuju lokasi longsor yang berada cukup jauh dari pusat kota Nganjuk. Kawasan Dusun Dolopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos berada di lereng Gunung Wilis. “Saya sedang menuju lokasi bersama Pak Bupati, beliau akan memimpin sendiri evakuasi,” kata Agus

Menurut  menjelaskan lokasi tersebut merupakan areal tanaman cengkeh dan mangga yang terbagi atas dua kepemilikan, yakni Perum Perhutani dan warga. Sedangkan lokasi terjadinya longsor masih akan diperiksa apakah masuk wilayah Perhutani atau lahan warga.

Lima warga  tertimbun tanah longsor  di Dusun Dolopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Ahad, 9 April 2017. Tim SAR belum mengetahui kondisi lima korban tersebut, apakah masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Sementara  longsor diperkirakan mulai  terjadi pukul 14.00 WIB lokasinya   berada di kawasan lereng Gunung Wilis. Areal longsor mencapai tiga hektare. Areal tersebut merupakan perkebunan cengkeh dan mangga milik warga Desa Kepel. “Kami pastikan dulu kondisi para korban yang tertimbun,” kata Kepala BPBD Kabupaten Nganjuk Soekojono kepada awak media .(hery)

Leave a Reply


*