02/02/2021

Jadikan yang Terdepan

Jamu untuk Peningkatan Kualitas Kesehatan

Surabaya, KabarGress.com – Himbauan dan seruan World Health Organization (WHO) untuk ‘back to nature’ ditanggapi dengan baik oleh masyarakat yang terlihat dari pemanfaatan obat herbal yang terus meningkat, mengingat manfaat yang dimiliki obat herbal itu sendiri. Obat herbal jika digunakan dengan takaran yang tepat akan memberikan efek samping yang rendah dan efek terapi yang cukup baik dibandingkan dengan obat modern. Bahkan kandungan senyawa lain dalam ekstrak atau jamu seringkali memberikan kombinasi efek terapi yang lebih optimal.

Namun, pemanfaatan obat herbal oleh tenaga kesehatan seperti dokter masih menjadi kontroversi. Beberapa hal yang dipermasalahkan diantaranya efikasi, efek samping, toksisitas, biovailabilitas dan bioekivalensi, dosis yang besar, efek antagonis dengan obat modern dan regulasi praktik pemberian obat herbal. Bukan tanpa usaha, pemerintah melalui menteri kesehatan dan dinas terkait telah melakukan berbagai upaya untuk mengangkat derajat jamu atau obat herbal alami Indonesia.

“Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dan PT. HRL Internasional yang juga memiliki perhatian terhadap hal ini berinisiatif turut mengambil peran mensosialisasikan potensi pemanfaatan obat herbal alami Indonesia atau jamu di kalangan masyarakat,” tutur Dr. Lanny Hartanti, M.Si. selaku Ketua Pusat Pengembangan Obat Tradisional (PPOT) UKWMS.

Seminar Herbal dan Pameran Tumbuhan Tanaman Obat diselenggarakan PPOT UKWMS dan PT. HRL Internasional yang akan diadakan di Auditorium Gedung Benedictus Lantai 4, Kampus UKWMS Dinoyo Jl. DInoyo 42-44, Surabaya, pada Sabtu (30/5/2015), Pkl. 08.30-13.00 WIB.

Memilih seminar satu hari, UKWMS dan PT. HRL Internasional mengambil topik ‘Standarisasi dan Regulasi dalam Pemanfaatan Jamu bagi Kesehatan Masyarakat’ untuk memberikan gambaran umum praktek penggunaan obat herbal di luar dan dalam negeri, praktek standarisasi untuk menentukan keamanan obat herbal dan regulasi pemanfaatan oabt atau jamu dalam layanan kesehatan masyarakat dengan menghadirkan tiga narasumber yakni Prof. Dr. Amarullah H. Siregar (Bio-RX – Integrative Natural Medical Care), Prof. Latifah K. Darusman (Biofarmaka IPB) dan perwakilan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Dan sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan tanaman obat pada masyarakat, akan diadakan pula pameran tumbuhan tanaman obat seperti Umyung, Tempuyung, Sirih, Echinacea, Kapulaga dan Cantela Asitica. Selain itu adapula tanaman Kawista yang sudah mulai langka yang pengolahannya dapat dikembangkan sebagai minuman dan tidak kalah rasanya dengan sarsaparilla.

PT. HRL Internasional juga akan memamerkan beberapa produk olahan tanpa bahan pengawet seperti puree markisa, abon ikan, produk olah herbal seperti Teh Celup ADB yang bisa membantu penderita diabetes mengontrol kadar gulanya, Teh Celup Moringae yang memiliki kadar multivitamin yang tinggi dan rasa yang enak, serta produk inovasi PT. HRL Internasional dalam bidang rekayasa peralatan. (ro)