MTs Negeri Ngawi Ukir Prestasi, Hasil Karya Siswa di Pameran Pendidikan

mts-1Ngawi, KabarGress.Com – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs Ngawi) terus menggeliat dalam aktivitas dan prestasi. Ini dibuktikan lewat keikutsertaan di berbagai kegiatan serta hasil prestasi siswa-siswinya dalam berbagai event lomba mulai tingkat kabupaten hingga propinsi. Bahkan gurunya pun mampu menoreh prestasi tingkat nasional lomba lagu cipta lagu nasyid (religi).

mts-2Sebagai sekolah berbasis agama, siswa diwajibkan mampu membaca Al Qur’an, mengerjakan sholat sedini mungkin dengan khusyuk, rutin dimana pun berada. Sebagai sekolah berbasis agama, tekanan agama menjadi prioritas tetapi mata pelajaran umum tidak boleh tertinggal. Ujian nasional (Unas) dengan lulus 100 persen menjadi tolok ukur bahwa pelajaran umum juga menjadi prioritas yang tidak bisa ditinggalkan. “Seluruh siswa diharapkan meningkatkan belajar, berdoa dan dukungan orangtua sangat penting untuk keberhasilan ujian nasonal,” ujar Endang Purwani, Kepala Sekolah MTs Negeri saat acara istghotsah di halaman sekolah.

mts-3Prestasi membanggakan berbagai kejuaraan mampu diraih siswa-siswa MTsN Ngawi. Juara Qiro’, kaligrafi, lafdziyah, kaligrafi, menggambar, telling story, Pramuka, Band, Hasil karya keterampilan dari siswa diikutikan dalam pameran pendidikan. Pameran pun mendapat perhatian khusus dari pengunjung Pameran Pendidikan di Alun Alun yang berlangsung baru-baru ini. Selain itu, banyak lulusan yang diterima ke sekolah lanjutan atas negeri melalui jalur prestasi maupun reguler. “Ini yang membanggakan para guru, yang terus menerus mendidik mereka agar berguna kelak, dengan mengamalkan dan mengabdikan diri di masyarakat,” tambah Agus Budianto, Wakil Kepala Bagian Kesiswaan, yang pernah menjuarai lomba cipta lagu nasyid tingkat nasional.

mts-4Di tempat sama, Enni Aslihatul Kirom, guru bidang agama menjelaskan, sekolah juga membebaskan anak didik untuk mukim jadi santri di pondok pesantren sekitar sekolah. Mukim tersebut untuk meningkatkan bacaan Al qur’an maupun ilmu agama. Beberapa siswa-siswi ada yang memperdalam hafalan Qur’an. Sepulang sekolah, mereka langsung pulang ke pondok pesantren dan mukim di pondok pesantren terdekat. Ini langkah sekolah saling sinergi dengan masyarakat, sinergi dengan pondok pesantren, meski pun secara formal belum ada MOU. Minimal sekolah mendorong anak-anak masuk pondok pesantren untuk memperdalam ilmu agama,” kata Enni yang juga Ketua LPPTKA-BKPRMI ini.

mts-5Harapan sekolah, siswa-siswi MTs Negeri Ngawi tidak hanya menguasai pelajaran sekolah dan mengejar prestasi saja, namun dididik agar menjadi anak berakhlakul karimah. Dalam situasi jaman seperti ini, anak-anak harus dibentengi dengan ilmu agama yang benar sejak dini. Pengaruh pergaulan, pengaruh globalisasi dengan kemajuan teknologinya hampir tidak bisa dibendung. “Anak-anak mudah terpengaruh dengan sekililingnya. Mereka harus dibentengi dengan ilmu agama yang benar. Mereka juga harus diberi suritauladan yang baik,” tuturnya. (gie)

Teks foto: Stand pameran pendidikan MTs Negeri Ngawi, hasil karya, istighotsah dan grup hadrah.

Leave a Reply


*