18/09/2020

Jadikan yang Terdepan

REI Jatim Minta Pengembang Terlibat Proyek Pembangunan Infrastruktur Surabaya

surabayaSurabaya, KabarGress.Com – Persatuan Perushaan Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur (Jatim) meminta pada pengembang untuk turut terlibat dalam proyek infrastruktur  Surabaya. Saat ini, ada sebanyak 20 pengembang di Jatim berencana ikut membangun proyek terowongan atau underpassdi bundaran Jalan Mayjend Sungkono dan HR Muhammad.

Proyek senilai Rp84 miliar itu digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi pada jam-jam tertentu. Pemkot sendiri telah meminta pengembang untuk membantu membangun fasilitas jalan tersebut.

“Saya kira pengembang harus ikutlah menyediakan sarana dan prasarana jalan umum itu (tunnel). Supaya beban jalan semakin terkurangi, termasuk surabaya barat,” kata Ketua Persatuan Perusahaan REI Jatim, Paulus Totok Lucida.

Totok menambahkan, pertumbuhan properti di Surabaya barat berkembang pesat. Hampir semua pengembang yang ada dikawasan ini berlomba-lomba membangun hunian, baik itu berupa high rise building maupun landed house.

“Kami akan segera mengadakan rapat dengan pengembang untuk membicarakan masalah ini (keterlibatan pengembang dalam proyek underpass),” tandas Totok.

Salah satu investor pembangunan Pasar Turi ini berpendapat, ada banyak cara untuk mengurai kemacetan lalu lintas. Bisa dengan membangun fly over (jalan layang) atau dengan tunnel. “Meski biaya untuk membangun underpassitu mahal, tapi properti akan tetap laku,” pungkas Totok.

Sementara itu, perijinan untuk penggarapan proyek underpass ini sudah dikantongi Pemkot Surabaya. Surat ijin pengunaan jalan dalam bentuk hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Nomor TB.13.03.51/89 itu diterima pada 23 Februari 2015. Konstruksi underpass rencananya akan dimulai setelah bulan depan. Underpass ini akan terintegrasi dengan proyek angkutan massal cepat (AMC).

“Pembagunan underpass itu kewenangannya di bawah Kementerian PU-Pera. Sehingga, harus ada ijin dari kementrian tersebut yang menyatakan penggunaan lahan dalam bentuk hibah,” ujar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Imam Sonhaji.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati menambahkan,pengkajian penggarapan proyek underpass ini sudah dilakukan mulai tahun 2012. Pengkajiannya menelan dana APBD sebesar Rp50 juta. Selain itu, pihaknya juga melakukan lelang detail engineering design (DED) dengan anggaran Rp400 juta.

“Kami sudah merancang rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung. Yakni, dengan membuka akses jalan Dukuh Kupang Barat, Jalan Simogunung, dan juga Jalan Banyuurip. Ini untuk antisipasi agar tidak ada kemacetan,” katanya. (tur)