30/11/2020

Jadikan yang Terdepan

PLN Distribusi Jatim Salurkan Listrik 16 MVA ke Terminal Teluk Lamong

lamong1Surabaya, KabarGress.Com – PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Distribusi Jawa Timur telah siap mendistribusikan kebutuhan listrik ke Terminal Teluk Lamong sebesar 16 Mega Volt Ampere (MVA) atau setara 16.000.000 Satuan Daya (VA).

“Walau ketersediaan energi listrik itu mulai berjalan tiga bulan lalu, Teluk Lamong belum memanfaatkannya secara maksimal,” demikian diungkapkan Pejabat Pelaksana Harian (Plh) Deputi Manajemen, Komunikasi, dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, di Surabaya, Rabu (22/10/2014).

Menurutnya, sesuai rencana maka pemanfaatan maksimal energi listrik tersebut akan dilakukan pada Nopember 2014. Penyebabnya, saat itu Teluk Lamong mulai
beroperasi termasuk menjalankan seluruh peralatan yang dimiliki secara elektronik.

“Kami yakin kerjasama ini dapat membantu memenuhi target pendapatan PLN. Apalagi tahun 2014 pendapatan kami ditargetkan sebesar Rp26,6 triliun,” ujarnya.

Besaran target tersebut, jelas dia, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013 sebesar Rp22,4 triliun. Pihaknya meyakini target itu bisa teralisasi karena didukung perkembangan industri lain yang terus berjalan.

“Pelanggan untuk golongan industri sebesar 13.395 pelanggan dengan jumlah pemakaian daya sebanyak 4.941.751.300 VA. Besaran pengeluaran daya itu menghasilkan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun,” tukasnya.

Di sisi lain, tambah dia, pendapatan lain perusahaan itu didukung pelanggan dari golongan tarif sosial sebanyak 221.458 pelanggan. Lalu, Rumah Tangga (RT) sebesar 8.786.457 pelanggan, Bisnis sebesar 413.304 pelanggan, Pemerintah sebanyak 46.387 pelanggan, dan Layanan Khusus sebanyak 10 pelanggan.

“Pelanggan Rumah Tangga dan Bisnis juga menyumbangkan pendapatan yang besar selain Industri. Untuk Rumah Tangga bisa mencapai Rp663 miliar dan Bisnis sebesar Rp403 miliar,” timpal Pinto.

Untuk menambah pendapatan, sebut dia, PLN akan terus melakukan kordinasi dengan perusahaan BUMN mengingat Jatim memiliki kelebihan listrik atau surplus 1.153 MW dan kondisi beban puncak sebesar 4.981,9 MW. “Kemudian, ketersediaan listrik di sejumlah pembangkit ada sekitar 8.979 MW,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Humas PT Pelindo III (Persero), Edi Priyanto, membenarkan Teluk Lamong akan melakukan kerjasama secara terus menerus dengan PLN. Pada tahap awal sekitar16 MVA, tahun 2016 sebanyak 30 MVA, dan tahun 2018 hingga 2020 sekitar 100 MVA.

“Kebutuhan listrik akan dipasok PLN Jatim dan lainnya menggunakan pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang akan dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dan PT Rekayasa Industri (Persero). Nilai investasi untuk proyek pembangunan PLTG Rp1 triliun,” terang Edi.

Kini, lanjut dia, saat ini penggunaan aliran listrik hanya untuk penerangan di beberapa gedung. Tapi mulai bulan depan akan dipakai operasional kapal-kapal domestik. Penyebabnya pada saat ini Pelindo masih menunggu izin operasional yang dikeluarkan kementerian. “Untuk menyalakan lampu jalan kami gunakan tenaga matahari,” pungkasnya. (ro)