13/04/2021

Jadikan yang Terdepan

Wali Kota Tinjau Vaksinasi di Pondok Pesantren Al-Fitrah

Surabaya, kabargress.com –
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mendatangi vaksinasi yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Fitrah yang berlokasi di Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran kota Surabaya, Senin (12/04/21).

Vaksinasi ini ditujukan kepada para pengajar, alim-ulama, serta para staff lain yang dikategorikan sering keluar-masuk pondok dan berkontak dengan masyarakat luar.

Eri mengatakan, vaksinasi ini juga Insyaallah akan dilakukan di Pondok Pesantren yang lainnya. Akan dilakukan pendataan terhadap nama-nama para pengajarnya untuk diberikan vaksin kepada mereka.

Eri juga menjelaskan, vaksin yang diberikan adalah vaksin terbaru dari Sinovac, yang dimana jangka waktunya lebih lama daripada yang sebelumnya dalam penyuntikan yang kedua, yakni dari 2 Minggu menjadi 4 Minggu atau 1 bulan.

“Bukan lagi 2 Minggu, tapi 4 Minggu. Jadi agak panjang untuk vaksin yang keduanya,” terang Eri.

Jumlah vaksin yang diberikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fitrah ini adalah 300. Jumlah tersebut sudah berasal dari data para pengurus pondok, para pengajar serta para staff yang bekerja disana.

“Disitu ada ustadz-ustadzahnya, ada pengasuhnya. Pokoknya intinya yang memberikan ilmunya, bukan santrinya ya,” tambahnya.

Eri menjelaskan vaksinasi ditujukan kepada para pengajar adalah karena mereka yang sering keluar masuk pondok. Berbeda dengan santri yang memang belum boleh untuk keluar maupun dijenguk oleh orangtuanya secara langsung.

“Kalau santri kan, sudah masuk gaiso metu maneh kan? Termasuk orangtuanya juga ndak boleh berkunjung ya Gus ya? Tapi kalau gurunya kan keluar masuk, ya ini harus divaksin ini,” jelas Eri ketika di dampingi oleh pengurus Ponpes Al-Fitrah.

Sementara itu, Ayn El Yaqin El Ishaqi selaku pengurus Ponpes Al-Fitrah mengatakan, selama vaksinasi dilakukan, tidak ada pasien yang mengalami gejala buruk saat setelah menerima vaksin. Semua aman dan terlihat baik sampai sekarang.

Dia menambahkan, untuk mekanisme salat Tarawih tetap akan digelar dengan disiplin protokol kesehatan (prokes). Namun begitu, dia mengaku selama salat Tarawih tidak mengundang jamaah dari luar pondok, sehingga dipastikan jamaah yang tergabung dalam salat maupun tadarus khusus jamaah di lingkup Ponpes Al-Fitrah.

“Saling menjaga protokol kesehatan aja, insyaallah semoga semua masyarakat Surabaya selalu dalam berkah Allah SWT,” pungkasnya. (ZAK)