27/01/2021

Jadikan yang Terdepan

DPD PSI Surabaya Salurkan 1.000 Alat Pelindung Diri (APD)

Surabaya, kabargress.com – Sudah 2 Minggu masa PPKM diberlakukan, namun kasus Covid-19 di Surabaya masih menunjukkan angka yang terus meningkat. Menanggapi hal tersebut, DPD PSI Surabaya menyalurkan 1.000 Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju hazmat dan masker medis kepada 10 Puskesmas, 2 klinik dan 1 rumah sakit di Surabaya, Selasa (26/01/21).

Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya, dan menjadi alat pelindung bagi para dokter yang tengah berjuang di garda terdepan untuk membasmi Covid-19 bagi seluruh masyarakat Surabaya.

Bantuan diterima oleh perwakilan masing-masing instansi. Salah satunya  adalah klinik Pusat Layanan Kesehatan Unair, yang diterima langsung oleh Drg. Erna Junaedi selaku Direktur Pusat Layanan Kesehatan Unair.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Surabaya, Yusuf Lakaseng bersyukur bisa berkontribusi membantu para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam membasmi Covid-19.

“Para tenaga kesehatan sangat rentan terinfeksi virus Covid-19 kalau dirinya tidak terlindungi dengan baik, terlebih belum seluruh tenaga kesehatan menerima vaksin, karena butuh proses dan waktu. Kami tidak ingin melihat tenaga kesehatan berjuang melawan Covid-19 dengan APD ala kadarnya, oleh karena itu melalui APD ini kami harap dapat melindungi tenaga kesehatan yang selalu berjuang di garda terdepan,” terang Yusuf.

Yusuf mengingatkan lagi kepada masyarakat Surabaya untuk mendisiplinkan protokol kesehatan agar jumlah kasus Covid-19 di Surabaya menurun, dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak diperpanjang lagi.

“Masyarakat saat ini tidak ada pilihan lain selain wajib meningkatkan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan, mengingat data kasus Covid-19 di Surabaya terus meningkat. Perpanjangan PPKM adalah langkah simalakama, tapi itu harus diambil oleh pemerintah karena penyebaran Covid-19 belum juga melandai, pembatasan pergerakan masyarakat pasti memukul perekonomian, makanya masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan agar PPKM tidak diperpanjang lagi,” pungkasnya.