17/01/2021

Jadikan yang Terdepan

Partai Gelora Indonesia Laksanakan Acara Maulid Nabi

Surabaya, KabarGRESS.com – Pilkada Surabaya tinggal Beberapa bulan tepatnya 09 Desember 2020. Semua celah promosi dimanfaatkan. Tak terkecuali hari besar Maulid Nabi Muhammad SAW. Semua berbondong mengaku pecinta Rasul. Padahal, laku dan tindaknya jauh dari sifat-sifat Nabi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW cukup akrab bagi masyarakat Indonesia. Peringatan serupa sulit ditemukan di bumi Arab, tempat kelahiran Muhammad. Karena, dalam pemahaman di Islam terjadi perbedaan.

Ada yang beranggapan, maulid menjadi ritual yang masuk kategori bid’ah dan kurafat alias menyimpang dari ajaran Islam. Kelompok ini masuk diantaranya golongan wahabi yang gemar melakukan pemurnian atas ajaran Islam.

Di Indonesia, budaya memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW telah menjadi hari besar keagamaan yang diakui oleh negara dengan menjadikan maulid nabi sebagai hari libur nasional. Bahkan di beberapa wilayah Indonesia, maulid memiliki nilai budaya Namun, momentum peringatan nabi menjadi berbeda ketika disandingkan dengan kehidupan politik praktis Partai Gelora Indonesia.

Tepat Hari Sabtu 07-11-2020 Partai Gelora Kota Surabaya mengadakan Maulid Nabi serta Memperingati HUT Partai Gelora Indonesia yang Ke 01 di Kantor DPD Partai Gelora Kota Surabaya.

Acara Tersebut Dihadiri Ketua DPW Jatim Partai Gelora. Gus Syirot. Ketua DPD Partai Gelora Kota Surabaya. Cak Doddy bersama Cak Ikhwan Bendahara. Ketua Bangda Surabaya – Sidoarjo Yaitu Cak Subha’an.

Sungguh Antusias kehadiran Kader – Kader Partai Gelora Kota Surabaya. Termasuk Kehadiran Dari Bidang Pelayanan Masyarakat (YANMAS) Kota Surabaya. yang Berseragam Beda dengan lainnya.

Emak Erva Iswarini. Emak Wahyudianawati. Emak Suharnanik. Emak Silvi. Emak Lismawanti. Emak Desi Nur julaika. Emak Tutik Rahayu. Emak Pujiastuti. Emak Ningsih. Emak Farida Yulianti dll. Selalu Aktif dalam kegiatan Yang dilaksanakan Partai Gelora Indonesia dan turut Mensukseskan Acara Tersebut.

Partai Gelora Indonesia yang kini sudah Berumur 1 Tahun sedang memperluas segmentasi pemilihnya. Dari pemilih tradisional yang berbasis Agamis Dan Nasionalis, Partai Gelora Indonesia ingin menyasar pemilih muslim yang tradisionalis yang tentunya tak asing dengan ritual peringatan maulid nabi. Menurut Ning Erva Sekretaris Bidang Yanmas, Kota Surabaya. pihaknya sama sekali tidak anti-maulid. Justru sebaliknya, Inshaa Allah. Partai Gelora Indonesia setiap tahunnya menyelenggarakan maulid nabi di seluruh Indonesia. “Setiap tahun, maulid nabi diselenggarakan kader-kader Partai Gelora mengikuti tradisi masyarakat setempat,”

Partai Gelora tidak anti maulid maupun sebutan kurafat maupun bid’ah lainnya seperti ziarah kubur, maupun tahlil bagi orang yang meninggal. Langkah Partai Gelora tak sendirian. Partai lainnya pun melakukan yang sama.

Apapun aksi partai politik jelang Pesta Demokrasi ini, sah-sah saja asal berpijak pada aturan. Meski, politisasi tradisi Islam seperti maulid nabi tampak seperti menyempitkan makna yang sejatinya. Padahal, menjadi pemimpin yang jujur dan amanah yang merupakan representasi sifat nabi, jauh lebih penting dilakukan. (Zak)